BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat menyayangkan alasan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak memberikan izin acara Deklarasi Roemah Joeang Prabowo-Sandi di Kantor PPP, di Yogyakarta yang sedianya akan digelar pada Minggu (24/02/2019) kemarin.

Alasan Polda DIY yang mempermasalahkan keabsahan kepengurusan DPW PPP yang dikuasai Humprey, dinilai terlalu mengada-ada. Padahal kata Humpery, Sekretariat tersebut sudah ada dipihaknya.

“Bukankah tugas pihak keamanan untuk menjaga ketertiban kalau ada pihak luar yang memprovokasi selama acara berlangsung. Ini malah mengada-ada bahkan alasan lokasi acara dekat kantor PDIP, kan aneh,” ujarnya Humprey seperti dalam siaran persnya, kemarin.

“Saya rasa, alasanya adalah karena PPP Yogyakarta ini terkenal sangat militan mendukung pasangan 02 dan menentang pendzoliman yang telah dilakukan penguasa terhadap PPP,” tegasnya lagi.

Dengan tidak memberikan izin, ia anggap polisi sedang tidak netral dan terkesan membela penguasa. “Ini merupakan bentuk kesewenang-wenangan dari penguasa dan bersifat otoriter,” tandasnya.

Humphrey Djemat, juga meyakini, pelarangan deklarasi tersebut adalah bentuk kekhawatiran menurunya dukungan terhadap 01.

“Karena kami khususnya PPP Yogyakarta adalah militan mendukung pasangan 02,” tegasnya.

Sebelumnya, Pihak Kepolisian Polda Yogyakarta tidak memberikan izin terkait acara tersebut. Alasannya, lokasi Sekretariat DPW PPP yang akan dijadikan tempat deklarasi masih dalam sengketa antara dua kubu di PPP.

Selain itu, mereka juga mempertimbangkan lokasi acara yang berdekatan dengan Kantor PDIP, sehingga rawan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here