BERITABUANA.CO, JAKARTA – Penanganan kasus dugaan pengaturan pertandingan sepakbola di Liga Indonesia yang kini berkas perkaranya tengah diteliti tim jaksa penuntut umum pada Jaksa Agung Muda Pidana umum (Jampiodum) dikhawatirkan tidak maksimal. Pasalnya nama Jampidum, Noor Rachmad masuk sebagai Penasihat Komite Ad Hoc Integritas PSSI. Tak hanya itu, satu orang jaksa bernama Daru Trisadono juga masuk dalam Komite Ad Hoc Integritas PSSI sebagai anggota.

Namun Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, justru masuknya nama Jampidum akan menjadi kesempatan untuk menertibkan apa yang selama ini diduga tejadi penyimpangan di PSSI tersebut. “Bagus dong, justru moment kita untuk membantu menertibkan apa yang selama i ni diduga tejadi penyimpangan di PSSI,” katanya kepada wartawan saat menanggapi hal tersebut, di Jakarta, Jumat (22/02/2019).

Dia juga meminta semua pihak untuk tidak khwatir penanganan kasus atau perkara akan melambat dan tidak maksimal dengan masuknya Jampidum Noor Rachmad masuk sebagai Penasihat Komite Ad Hoc Integritas PSSI.

“Iya bagus justru dengan demikian itu tidak ada dosa masa lalu, tapi kalau sebelumnya (kejadian) dia (Jmpidum) sudah disitu dia punya dosa masa lalu. Ini kan dia tidak masuk sekarang. Artinya dia nanti justru ikut menertibkan PSSI yang sekarang sedang menghadapi kemelut itu,” jelasnya.

Disinggung soal berkas perkara tersangka yang kini tengah diteliti tim jaksa, Prasetyo menjelaskan bahwa hingga kini berkas perkara masih diteliti oleh jaksa peneliti.

“Iya bagus dong, justru sekarang kesempatan kita, Jampidum kan organ dari kejaksaan, jadi setiap kasus semua diproses sesuai fakta dan bukti-bukti. Jadi tidak usah khwatir. semua berjalan fakta dan bukti yang ada,” tegasnya.

Bahkan, Jaksa Agung menjamin bahwa proses penanganan perkara tersebut akan berlangsung obyektif, transparan dan akuntable.  “Saya penuntut umum tertinggi, dan saya bisa kendalikan itu semua. Ttidak perlu ada yang dikawatirkan soal jampidum (masuk dalam Komite Ad Hoc Integritas PSSI),” tandas Prasetyo.

Sebelumnya, sebanyak lima nama mengisi struktur keanggotaan Komite Ad Hoc Integritas PSSI. Selain itu, tiga nama lain juga diangkat sebagai penasihat. Ketua Komite Ad Hoc Integritas diisi Ahmad Riyadh yang juga Ketua Asprov PSSI Jawa Timur dan mantan Sekjen PSSI, Azwan Karim sebagai wakilnya. Sedangkan anggota yang ditunjuk yakni Abdul Rahmad Budiono (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang), Brigjen Polisi Hilman SIK dan Daru Trisadono (Kejagung).

Selain memastikan lima orang yang masuk dalam strukur keanggotaan, Komite Ad Hoc Integritas PSSI juga didukung tiga orang sebagai penasihat. Ketiganya yakni, mantan Kapolri Badrodin Haiti, Dr Noor Rachmat yang merupakan Jampidum di Kejaksaan Agung dan Muhammad Saleh, Guru Besar UNAIR yang juga mantan Wakil Ketua Umum Mahkamah Agung.

Lalu untuk tugas pertama Komite Ad Hoc Integritas yakni program internal selama sebulan. Salah satunya untuk berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Kejaksaan, Kemenpora, pemerintah dan instansi lain. Sebelum kompetisi dimulai, Tim Ad ahoc Integritas memiliki kesempatan untuk me-review hal-hal yang kurang tepat untuk disempurnakan, tata aturan, legal yang semuanya bertujuan supaya integritas PSSI terjaga. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here