BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandi Uno, Ferry Mursyidan Baldan menegaskan bahwa Pemilu harus dilakukan dengan cara-cara yang halal, bukan dengan menghalalkan berbagai cara untuk meraih kemenangan.

“Ketika Pemilu hanya sekedar menang dan kalah, saya kira menjadi tidak menarik. Saya mengaitkannya dengan sebuah simbol peradaban bangsa, Apalagi dalam konteks 4 pilar,” kata Ferry dalam diskusi 4 Pilar MPR bertema “Menuju Pemilu Berkualitas dan Berintegritas” di Media Center Gedung Nusantara III di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Ferry mengingatkan bahwa pemilu adalah simbol peradaban bangsa. Artinya harus dijaga sebagai sebuah hajatan dan indikator kwalitas kebangsaan.

Jika mengabaikan atau membiarkan berbagai hal yang menurunkan indikator penyelenggaraan pemilu, dirinya khawatir akan berdampak pada kehidupan kebangsaan, paling tidak 5 tahun kedepan.

“Ketika kita abai tentang ini maka peradaban bangsa kita ini akan mengalami satu problema serius. Artinya hasil pemilu apapun, jika tidak terselenggara dengan cara yang benar, menjadi faktor yang menurunkan citra bernegara kita di luar. Jadi apapun hasilnya kedepan kita akan menjadi negara yang tidak dihargai dalam percaturan internasional,” kata bekas Menteri ATR/Kepala BPN ini. 

Dalam konteks politik, kekuasaan, sesuatu yang didapatkan dengan cara yang tidak benar, Ferry memasti tidak akan membawa manfaat.

“Jangankan bicara terselenggara kekuasaan dengan amanah, manfaat saja nggak ada. Apalagi kebaikan dan keberkahannya,” ujarnya. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here