KPK Serahkan Barang Rampasan ke Kejagung dan BNN Senilai Rp110 Miliar

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima barang rampasan yang nilainya mencapai Rp 110 miliar lebih dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penyerahan barang rampasan itu dilakukan langsung oleh Ketua KPK, Agus Rahardjo, kepada Jaksa Agung HM Prasetyo dan Kepala BNN Komjen Heru Winarko di Gedung ACLC KPK Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

Barang rampasan itu diserahkan lewat proses Penetapan Status Penggunaan (PSP). Ketiga rampasan itu yakni sebidang tanah dan bangunan di Bali terkait kasus Fuad Amin, tanah di Jakarta Selatan terkait kasus M Nazarudiin, serta tanah dan bangunan di Medan terkait kasus Sutan Batugana.

Jaksa Agung HM Prasetyo yang menerima dua asset tanah dan bangunan di Sumatera Utara dan Bali berencana akan memanfaatkan asset tersebut sebagai tempat tinggal atau rumah dinas bagi pejabat kejaksaan.

“Karena bentuknya adalah rumah tempat tinggal baik yang di Medan maupun yang di Bali, kami akan melengkapi kebutuhan perumahan dinas bagi para pejabat kejaksaan setempat,” kata Prasetyo.

Kejaksaan Agung menerima aset tanah seluas 1.194 meter per segi dan bangunan seluas 476 meter per segi di Jalan Kenanga Raya Nomor 87, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara. Aset senilai Rp5.196.837.000 ini merupakan rampasan dari terpidana korupsi Sutan Bhatoegana.

Kemudian, aset tanah seluas 829 meter persegi dan bangunan seluas 593 meter persegi di Perumahan Kubu Pratama Indah Kavling A1-A2, Jalan Imam Bonjol No. 417, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Bali. Aset senilai Rp10.782.506.000 ini merupakan rampasan dari terpidana korupsi Fuad Amin.

“Seperti di Bali nanti rencananya rumah yang asalnya dari Fuad Amin ini akan kami pergunakan menjadi rumah jabatan bagi Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar,” kata Prasetyo menambahkan.

Sementara, aset di Sumatera Utara, lanjut Prasetyo, ada dua kemungkinan pemanfaatan. Pertama, digunakan sebagai tempat tinggal bagi pejabat kejaksaan. Kedua, digunakan, sebagai mess bagi para jaksa.

“Nanti kami pergunakan perumahan dinas bagi pejabat yang ada atau mungkin sementara kami jadikan sebagai mess bagi para jaksa jaksa tindak pidana korupsi yang harus menyidangkan perkaranya di Medan,” ujar Prasetyo.

Sementara itu, BNN menerima aset satu bidang tanah seluas 9.944 meter per segi di Jalan Duren Tiga VII No 65 RT 006/RW 003, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Aset senilai Rp94.259.142.000 itu hasil rampasan dari terpidana korupsi M Nazaruddin.
Heru mengatakan, aset tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk membangun kantor BNN dan perumahan bagi pegawai.

“Kami mengucapkan terima kasih atas PSP (Penetapan Status Penggunaan) yang diberikan oleh KPK kepada BNN. Kita harapkan kita bisa untuk meningkatkan kinerja BNN untuk mencegah, memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Kepala BNN, Komjen Heru menambahkan. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *