BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kasus dugaan korupsi terkait pembobolan dana pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur (Dapen PKT) yang diduga merugikan keuangan negara Rp175 miliar dan melibatkan dua mantan direksi perusahaan dalam waktu dekat ini disidangkan di pengadilan.

Keduanya yaitu mantan Direktur Utama Ezrinal Azis dan mantan Direktur Investasi Zubaedi. Sedang dua tersangka lain Ida Bagus Surya Bhuwana Direktur Utama PT Bukit Inn Resort dan Andreas Chalyadi Komisaris PT Anugrah Pratama Internasional sekaligus Direktur Utama PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo, Tbk.

Tim penyidik dari bidang tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah menyerahkan berkas perkara, para tersangka dan barang buktinya kepada jaksa penuntut umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

“Penyerahan para tersangka berikut barang-bukti dilakukan setelah Tim JPU menyatakan berkas perkara para tersangka sudah lengkap, baik secara formil maupun materil,”  kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Mukri  kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Menurutnya, tim JPU tetap menahan tersangka di Rutan Cipinang berdasarkan surat perintah penahanan dari Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat
terhitung sejak 13 Februari hingga 4 Maret 2019.

Penahanan tersebut dengan mempertimbangkan syarat obyektif dan subyektif seperti diatur dalam ketentuan Pasal 21 ayat (1), (4) KUHAP. Antara lain, ungkap Mukri, tersangka diancam pidana penjara lebih dari lima tahun dan dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

Dalam kasus terkait pengelolaan dana pensiun PT PKT ke empat tersangka disangka melanggar pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here