BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ekonom Indonesia Rizal Ramli mengaku sudah dibohongi oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ia goodwill dengan itikad baik dan sangat percaya dengan janji, sehingga ikut berkampanye, ternyata janjinya tidak ditepati.

“Saya dibohongi dan saya ikut merasa bersalah dan berdosa. Kan waktu itu saya menyatakan bersama-sama Pak Jokowi di televisi. Saya ikut mempromosikan ide pembuatan mobil Asemka. sejam lebih karena saya percaya calon presiden ini pasti akan melaksanakan janjinya dan itu tidak susah amat karena untuk bikin mobil baru minimon ekonomi skill hanya 300 unit di Indonesia. Permintaan mobil satu juta. Masa tidak bisa. Ternyata semua itu hanya dijadikan alat kampanye bukan dilaksanakan secara sungguh-sungguh janjinya itu,” kata mantan Menko Maritim pada acara makan duren bareng bersama wartawan dikediamannya, bilangan Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Menurut Rizal Ramli, rakyat Indonesia tadinya sangat antusias dan menggebu-gebu dengan Jokowi yang ingin memiliki mobil nasional (Asemka). Rakyat berpikir Indonesia akan tidak kalah dengan Malaysia, Korea. Mereka merasa sangat bangga bahwa Indonesia bikin mobil.

“Intinya semua rakyat Indonesia bangga. Mereka berpikir sangat luar biasa ide bikin mobil Esemka. Ternyata kemudian harapan rakyat Indonesia hancur. Karena itu hanya sebagai alat kampanye,” kata Rizal Ramli yang biasa disebut dengan singkatan RR.

Kemudia juga quote tentang hutang. Pidato bikin visi kerja berjanji bahwa akan mengurangi hutang tidak akan menerbitkan surat utang baru, tapi  kenyataannya sebaliknya hutang itu naik dari Rp 3.560  triliun menjadi Rp 5.275 triliun dalam waktu 4 tahun terakhir.

“Tidak hanya hutangnya yang besar tetapi bunganya juga semakin mahal. Bunganya itu paling mahal se-kawasan Asia Pasifik,” kata RR.

RR pun mengakui, bahwa benar membantu dengan banyak hutang, maka rupiahnya stabil. Tapi hal tersebut berbahaya sekali. Bayangkan negara lain bikin surat hutang bunganya cuma 5%, seperti Vietnam dan lain-lain. indonesia bunga mencapai  8% ke atas

Kemudian, RR mengaku, disalah satu acara, ia bertanya, “Mr Presiden Pak Jokowi who are you working for. Bapak Presiden mohon maaf anda bekerja untuk siapa? Apakah anda bekerja untuk petani petani di Thailand, di Vietnam untuk petani garam besar di Australia?”

“Ya, kenyataannya itu yang terjadi karena mereka yang diuntungkan oleh kebijakan Bapak bukan rakyat kita,” kata RR ketika itu kepada Jokowi

“Sebab, dengan meminjam semakin besar dengan bunga yang semakin tinggi mohon maaf Bapak Presiden Anda bekerja untuk bangkit-bangkit asing yang senang banget dikasih bunga tinggi sekali,” cetus RR lagi.

“Sekali lagi saya bertanya kepada Presiden Jokowi saya mohon maaf, kepada bapak presiden  Jokowi, Anda bekerja untuk siapa?” masih kata RR bertanya kepada Jokowi ketika itu.

Jokowi, kata RR, berkali-kali, menyatakan akan mengurangi impor, menyetop impor. Tapi Pernyataan lain, hasilnya juga lain. Impor malah ugal-ugalan

Akibatnya, petani yang sudah siap-siap siap-siap  menanam lebih banyak karena impor akan distop, ternyata begitu waktu panen impornya jor-joran lagi.

“Kerugiannya sangat luar biasa bagi  petani beras padi, petani garam dan sebagainya,” kata RR.

Pemimpin Pembohong

Dari semua itu, RR berpendapat, jika  pemimpin memiliki sejarah dan warna kebohongan, dipastikannya yang bersangkutan tidak memiliki lagi kredibilitas untuk membuat janji-janji paling baru.

“Janji-janji baru untuk kedaulatan pangan atau kedaulatan keuangan, tidak akan kredibel karena pemimpin yang sudah sangat sering berbohong, tidak layak untuk membuat janji-janji baru,” katanya.

Namum, RR mengakui, dalam bidang infrastruktur Jokowi bolehlah. Beliau penuhi janjinya. Tapi itu juga, bila beliau jelaskan pembiayaannya bagaimana? dan manfaatnya apa?

“Tetapi dalam bidang kedaulatan pangan dalam bidang kedaulatan keuangan mohon maaf Bapak Jokowi Anda tidak kredibel. Jangan lagi beri janji janji palsu,” katanya

Diingatkannya, bahwa Indonesia adalah negara yang besar, jadi memerlukan pemimpin yang jujur dan berintegritas. Kata-kata adalah ungkapan karakter doa dan harapan. Sulit bagi pemimpin yang tidak jujur untuk dapat dihormati di dalam maupun diluar negeri,” tutup RR. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here