BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menjelaskan, bahwa Plt Ketum PSSI Joko Driyono, Senin (18/2/2019), akan diperiksa penyidik Polda Metro Jaya sebagai tersangka.

Diperiksanya Joko sebagai tersangka karena Satgas Antimafia Bola menduga dia  terlibat dalam kasus pengaturan skor. Dugaan itui dari 75 barang bukti didapat, saat Satgas menggeledah apartemennya Kamis (14/2/2019) lalu.

“Hasil audit 75 barang bukti yang dilakukan Satgas ternyata memiliki keterkaitan dengan pengaturan skor (yang dilaporkan) Lasmi dari PS Banjarnegara,” kata Dedi di Mabes Polri, Sabtu (16/2/2019).

Oleh karena itu, Dedi menyebut pemanggilan Jokdri di Polda Metro Jaya pada Senin (18/2/2019) lusa, juga berkaitan dengan dugaan keterlibatan Jokdri dalam kasus pengaturan skor.

“Ada dua hal yang didalami oleh Satgas Antimafia Bola. Pertama, fokus perusakan dan pencurian barang bukti. Kedua, ada keterkaitan laporan polisi Saudara Lasmi menyangkut beberapa pertandingan yang diikuti Persiba Banjarnegara di Liga 3,” kata Dedi.

Barang bukti yang diamankan antara lain 1 laptop, 1 iPad, dokumen-dokumen pertandingan, buku tabungan, kartu kredit, uang tunai, 4 bukti struk transfer, 9 handphone, 1 dokumen PSSI, 2 flashdisk, 2 lembar cek kuitansi, 1 bundel surat, 1 bundel dokumen, dan 1 tab.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka perusakan barang bukti dalam kasus pengaturan skor tersebut.

Jokdri diduga merupakan aktor yang memerintahkan tiga tersangka lain mencuri dan merusak barang bukti sebelum penyidik Satgas menggeledah kantor Komisi Disiplin PSSI, Januari lalu.

Joko Driyono dijerat Pasal 232, 233, 235, dan 363 KUHP. Di samping itu, ia dicekal untuk bepergian ke luar negeri selama 20 hari ke depan. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here