BERITABUANA.CO, JAKARTA – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) membantah pernyataan juru bicara Komisi Pembrantasan Korupsi/KPK, Febri Diansyah yang menyebut sudah mengklarifikasi penjelasan Guru Besar UGM Prof. Eddy OS Hiariej tentang kasus Irman Gusman. KAHMI menyatakan kalau keterangan jubir lembaga antirasuah itu bertentangan dengan data yang dimiliki mereka.

Bantahan tersebut disampaikan Ketua Bidang Hukum dan HAM KAHMI, Supardji Ahmad saat menyampaikan persnya di kantor KAHMI Center jalan Senopati, Jakarta, Jumat (15/2/2019). Dalam kesempatan itu, Supardji didampingi penleiti senior LIPI Siti Zuhro serta sejumlah pengurus KAHMI.

Menurut Supardji, apa yang disampaikan oleh jubir lembaga antirasuah itu justru keliru dan menyesatkan publik. Hal ini dikarenakan bertolak belakang dengan yang disampaikan Eddy Hiariej.

“Pernyataan Jubir KPK ini tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya, karena data-data yang kami miliki termasuk rekaman video yang berisi pernyataan Prof Eddy Hiariej dalam dua forum yang berbeda di Yogyakarta justru bertolak belakang dari klaim sepihak oleh Jubir KPK,” tegasnya.

Oleh sebab itulah, lanjut Supardji lagi, Majelis Nasional KAHMI merasa perlu untuk meluruskan pernyataan dari Jubir KPK itu, demi keadilan. Apalagi, yang disampaikan oleh Eddy bukanlah untuk menyalahkan KPK, namun hal itu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menghadirkan kebenaran dan keadilan.

“Bahkan masih banyak pakar hukum yang menilai bahwa terjadi kekeliruan terhadap putusan tersebut,” ucap dia lagi.

Dalam buku (berjudul menyibak kebenaran), terang Supardji ada beberapa pakar hukum dan guru besar lainnya yang sependapat dengan Prof. Eddy Hiariej, termasuk Prof. Andi Hamzah yang merupakan salah seorang anggota Pansel yang membentuk KPK dan anggota tim perumus Undang-Undang Tipikor, serta mantan Ketua Komisi Yudisial Prof. Eman Suparman.

“Bukan itu saja, mantan Jaksa KPK Dr. Yudi Kristiana dan mantan hakim Tipikor Nur Adhim juga turur memberikan anotasinya,” bebernya.

Sebelumnya, KPK menanggapi pemberitaan terkait perkembangan ‎perkara yang melibatkan bekas Ketua DPD RI, Irman Gusman. Dalam hal ini, KPK mengaku telah mengonfirmasi kembali terkait pemberitaan yang menyebut bahwa ‘Jaksa dan Hakim Keliru Menghukum Irman Gusman’.

“Kami sudah menkonfirmasi, dan beliau (Prof. Eddy) membantah pernyataan tersebut. ‎Jadi, tidak benar jika ada pemberitaan seolah-olah Prof. Eddy mengatakan Jaksa dan Hakim Keliru menghukum Irman Gusman,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui keterangan resminya, Kamis (14/2/2019) kemarin. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here