BERITABUANA.CO, LUMAJANG- Kamis, (14/2/ 2019), Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengungkap 3 kasus narkoba dalam waktu sehari di 3 tempat yang berbeda dengan 3 orang tersangka telah diamankan beserta barang bukti berupa Shabu dengan berat kotor 0,22 gram beserta alat hisapnya.

Selain itu, juga diasita 192 butir pil warna putih logo ‘Y’ dan 8 butir pil warna kuning logo ‘DMP’ di 3 TKP yang berbeda. TKP pertama berada di dalam rumah seorang warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian atas nama OAS.

Disini Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang mengamankan 1 paket/plastik klip berisi Shabu dengan berat kotor 0,22 Gram yang disembunyikan di dalam bungkus rokok Gudang Garam serta seperangkat alat hisap Shabu (Bonk) yang terbuat dari botol kaca ukuran kecil terangkai sedotan plastik bening dan juga 1 buah pivet kaca yang didalamnya masih terdapat sisa pembakaran Shabu yang terbuat dari korek api gas warna merah yang terangkai dengan sedotan plastik bening.

Kemudian, TKP kedua Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang menangkap seseorang di depan rumahnya sendiri, tersangka YAS, Lumajang. Disini diketemukan 192 butir pil warna putih logo ‘Y’ dan 8 butir pil warna kuning logo ‘DMP’ serta Uang hasil penjualan sebesar Rp 20.000.

TKP Ketiga di tepi jalan Gajah Mada, Sukodono, Lumajang diamankan seorang pria atas nama RBE. Ditangannya Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengamankan uang hasil penjualan sebesar Rp 10.000.

Tersangka RBR ditangkap sesaat setelah menjual (edar) obat/pil warna putih logo ‘Y’ serta obat/pil warna kuning logo ‘DMP’ tanpa keahlian dan kewenangan kepada YAS.

“Saya pernah sebagai kasubdit Narkoba Polda Metro Jaya, sehingga masalah Narkoba menjadi salah satu perhatian saya di Lumajang,” kata Kapolres AKBP Arsal Sahban, Jumat (15/2/2019).

“Saya tau konsep menangani masalah Narkoba, hanya ada kendala di sarana teknologinya. Bila Pemda mau membantu biaya pembangunan Teknologi penanganan narkoba di Lumajang, saya pastikan Narkoba akan hilang di Lumajang. Biayanya tidak lebih dari 1 milliar,” tambah nya.

Kapolres mengaku sudah bicara dengan Bupati Lumajang terkait hal ini.

“Beliau sangat serius. Saya juga sudah komunikasi dengan Ka BNNK, beliau juga serius untuk membuat Lumajang bebas dari narkoba, semoga sinergitas kami bertiga dengan Potensi masing-masing bisa terwujud untuk membuat lumajang bebas dari Narkoba,” ujar Arsal

Kasat Resnarkoba AKP Priyo Purwandito SH mengatakan tersangka pertama melanggar Pasal 111 ayat 1 Jo. 127 ayat 1 UURI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika Sub Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Tersangka kedua dan ketiga pun dijerat dengan Pasal 197 sub 196 UURI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal selama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here