BERITABUANA.CO, LUMAJANG- Tim Cobra Polres Lumajang yang berkolaborasi dengan Resmob Polres Ponorogo berhasil menangkap pelaku curanmor yang sering melancarkan aksinya di wilayah Ponorogo.

Tidak tanggung-tanggung, tersangka terbukti telah melaksanakan sebanyak 13 aksi pencurian terhadap kendaraan roda dua.

Adalah Kusma, warga Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Pria yang mengaku bekerja sebagai penjual kayu sengon di wilayah Lumajang yang dijual hingga ke wilayah Ponorogo ini, ternyata juga merupakan spesialis pencuri sepeda motor yang cukup handal.

Dari pengakuan tersangka, motor hasil pencurian tersebut dibawa pelaku ke wilayah Lumajang untuk selanjutnya dijual dengan harga pasaran.

Permintaan bantuan Resmob Ponorogo kepada Tim Cobra Polres Lumajang untuk mengejar pelaku yang lari ke Lumajang di sambut dengan serius oleh Tim Cobra yang dipimpin Kasat Reskrim yang juga Kepala Tim AKP Hasran.

Ada 8 motor disita dan 1 tersangka atas nama Kusma yang di tangkap oleh Tim Cobra Polres Lumajang di Gucialit, Lumajang. Sedangkan 5 motor lainnya telah di sita sebelumnya di wilayah Ponorogo. Sehingga total ada 13 motor yang telah diamankan dari pelaku curanmor jaringan Lumajang.

Dalam komplotan ini mereka berjumlah 4 orang yang semuanya berasal dari Kabupaten Lumajang. Saat ini yang sudah tertangkap an. Kusma dan Didik warga Gucialit, Lumajang. Sedangkan 2 pelaku lainnya masih DPO yaitu MJ dan S yang keduanya juga warga Lumajang.

AKBP DR Muhammad Arsal Sahban selaku Kapolres Lumajang mengatakan bahwa para pelaku yang merupakan jaringan Lumajang dan hasil pencurian ranmornya di jual ke Lumajang.

“3 hari kami melakukan pemantauan terhadap pelaku. Akhirnya pelaku bisa ditangkap oleh tim Cobra dan menyita 8 kendaraan yang semuanya berada di wilayah Gucialit,” kata Kapolres lewat keterangannya.

“Pelaku ini akan kami serahkan ke tim Resmob Polres Ponorogo untuk proses lebih lanjut, karena TKP awalnya ada disana,” sambung Arsal

Lebih lanjut Kapolres Kembali bahwa pelaku curanmor banyak yang meninggalkan wilayah Lumajang dan beraksi di kota lain.

“Ini adalah sebuah anomali, dimana wilayah Lumajang yang dulunya memiliki tingkat kriminalitas cukup tinggi sekarang sudah mulai turun. Kami tengarai, hal ini efek dari tindakan tegas Tim Cobra yang tak segan menembak para pelaku jika pelaku membahayakan petugas atau masyarakat. Efek yang dihasilkan pun membuat para pelaku ini mulai meninggalkan kota ini dan melancarkan aksinya di wilayah luar kota Lumajang,” jelas Arsal.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra yang juga Katim Cobra. Menurutnya, Timnya akan terus mengkampanyekan perang terhadap pelaku kriminal yang masih berani beraksi di wilayah Lumajang.

” Tim kami akan terus menindak dengan tegas para pelaku begal, sehingga menjadikan pelajaran untuk para pelaku kriminalitas yang lain. Terbukti dengan tindakan-tindakan impresif dari kami, data yang masuk tentang kasus kejahatan yang terjadi di Wilayah Hukum Polres Lumajang turun secara signifikan,” tegas Hasran.

Dalam kasus ini, pelaku sendiri diketahui melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here