BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sidang perkara pemalsuan dokumen sertifikat tanah dengan terdakwa mantan Presiden Direktur Jakarta Royale Golf Club, Muljono Tedjokusumo kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (14/2/2019).

Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Okta menyatakan kecewa dengan keterangan saksi Asnih. Apalagi, di persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Steery Merliene tiba-tiba saksi membantah serta mencabut keterangannya di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Saat ditanya majelis hakim, saksi Asnih membantah telah menandatangani surat keterangan RT dan RW untuk mengurus kehilangan sertifikat tanah. Namun saksi mengakui pernah mempertemukan terdakwa dengan saksi lain, yakni Musnal.

“Saya hanya disuruh Musnal untuk membuat Surat Keterangan Kehilangan di Polres Jakarta Barat, pak hakim. Tapi yang tandatangan itu bukan saya,” kata saksi Asnih di persidangan.

Bahkan saat ditanya jaksa penuntut umum Okta, saksi tetap membantahnya. Menurut saksi, keterangan yang ada di BAP kepolisian itu tidak benar. Alasannya, saksi tidak pernah disumpah saat diproses BAP dan saksi mengaku mendapat tekanan untuk menandatangani BAP tersebut.

“Saya juga tidak pernah datang ke kantor BPN, pak hakim. Tapi yang mengurus semua itu (saksi lain-red) Musnal,” kilah Asnih.
Atas pencabutan keterangan BAP saksi itu, jaksa Okta meminta majelis hakim mencatat bahwa saksi telah memberikan keterangan palsu, sehingga dapat diancam juga dalam delik pidana.

“Saya mohon majelis hakim mencatat bahwa keterangan saksi ini sebagai pengakuan atas keterangan palsu di depan penyidik. Tentunya ini juga mempunyai konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan oleh saki nantinya,” kata JPU Okta. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here