BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kasus dugaan suap impor gula di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) yang menimpa bekas Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman dibahas dalam diskusi publik bertajuk “Eksaminasi Terhadap Perkara Irman Gusman”. Irman Gusman yang dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat setelah terbukti menerima uang dari pemilik CV Semesta Berjaya atas kasus kuota gula impor.

Hadir sebagai narasumber diskusi yang digelar Kesatuan Himpunan Aksi Mahasiswa Indonesia/ KAHMI di Grand Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019) kemarin, antara lain bekas Ketua DPR Akbar Tandjung, bekas ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva. Sementara Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyampaikan pendapatnya atas kasus Irman Gusman tersebut melalui rekaman video.

Dalam rekaman video yang diputar di acara diskusi publik tersebut, Fahri Hamzah menilai kasus Irman telah memperkuat tentang tesisnya yang menyatakan bahwa ada malpraktik proses hukum yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

”Pak Irman adalah korban dari konspirasi, ada pengintipan yang terus-menerus dan para pengintip mendapat kesempatan untuk menjebak atau membuat beliau dalam situasi yang layak dijadikan tersangka,” tegas Fahri.

Untuk itu, lanjut politisi dari PKS, kasus hukum yang menimpa Irman tidak layak dilanjutkan. Terlebih ada aroma kuat tekanan politik dari awal hingga vonis 4,5 tahun penjara dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Sistem membenarkan segala cara, tujuan menghalalkan segala cara itulah yang merusak KPK, juga sistem hukum kita. Ditambah adanya tekanan politik terhadap KPK,” tegasnya sambil menambahkan kalau dirinya tidak percaya Irman mau menerima suap dengan jumlah hanya Rp 100 juta.

Diketahui, Irman Gusman terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Irman tertangkap tangan oleh KPK ketika menerima uang terima kasih sebesar Rp 100 juta dari CV Semesta Berjaya karena telah bersedia membantu meloloskan CV Semesta Berjaya atas gula impor Perum Bulog. Irman Gusman dijatuhi vonis 4,5 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda sebanyak Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Februari 2017 silam.

Bekas Senator asal Sumatera Barat ini pun mencoba memperjuangkan hak hukumnya hingga ke ranah Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA). (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here