BERITABUANA.CO, SINGAPORE – Ancaman keamanan tanah air global adalah nyata dan segera terjadi. Sebagai bagian dari tujuan tahun ini untuk menampilkan dan menciptakan kesadaran dan penjangkauan publik, Milipol Asia-Pasifik 2019 akan menyelenggarakan konferensi tiga hari (dari 2 hingga 4 April), khusus untuk mengumpulkan para pakar, profesional, dan akademisi terkemuka tentang topik dinamis ini.

Dalam keterangan persnya yang diterima redaksi beritabuana.co, Rabu (13/2/2019), gelaran tersebut didukung oleh Kementerian Dalam Negeri Singapura dan Kementerian Dalam Negeri Perancis, pertunjukan tahun ini akan menjadi pertunjukan terbesar dengan lebih dari 350 peserta pameran dan sembilan Paviliun Nasional di 40 negara.

Sedang topiknya meliputi tinjauan umum lanskap ancaman teroris regional saat ini, kejahatan transnasional seperti perang melawan narkoba, dan bagaimana lembaga internasional dapat bekerja sama bersama dengan meningkatnya penggunaan teknologi dan inovasi baru untuk melawan dan memerangi kejahatan.

Pada akhirnya, kesadaran keamanan yang kuat dan kuat sangat penting dalam perang melawan ancaman teror. Dari otentikasi dan kontrol akses yang ditingkatkan; hingga terkini tentang pengawasan mutakhir dan analitik video; penerapan Teknologi Informasi dan perlindungan data di sektor publik dan swasta; sistem senjata, drone dan penggunaan robotika serta langkah-langkah anti-terorisme inovatif dan langkah-langkah balasan, Milipol Asia-Pasifik 2019 berfungsi sebagai platform yang mapan untuk melibatkan dan mempromosikan kerja sama lintas pemangku kepentingan yang beragam.

Sorotan Konferensi

Tema konferensi tahun ini, “Respons Kolaboratif terhadap Inovasi Kriminal”, akan fokus pada tantangan langsung dan masa depan yang dihadapi oleh pasukan keamanan pemerintah mulai dari kejahatan terorganisir hingga terorisme regional.

Konferensi penting ini akan diketuai oleh Bapak Khoo Boon Hui, bekas Komisaris Kepolisian Singapura dan mantan Presiden INTERPOL. Mr Khoo adalah penasihat INTERPOL dan juga merupakan Senior Fellow di Singapore Civil Service College dan Home Team Academy. Dia memegang banyak posisi penasehat serta dewan di berbagai organisasi komersial dan publik.

Dissamping itu, Milipol Asia-Pasifik 2019 akan menampilkan sederetan pembicara bergengsi yang mengesankan seperti Laurent Nunez, Sekretaris Negara dari Kementerian Dalam Negeri Prancis; Bernard Cazeneuve, bekas Perdana Menteri Prancis; Michael Chertoff, bekas Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri A.S. Michel Cadic, Kepala Ilmuwan Kementerian Dalam Negeri Prancis; dan Ali Soufan, Ketua & Presiden The Soufan Group, USA.

Soufan adalah bekas agen FBI yang terlibat dalam banyak kasus anti-terorisme terkenal dan merupakan salah satu pakar keamanan tanah air yang paling terkemuka di dunia.

Para ahli terkemuka di bidangnya masing-masing akan menarik praktisi keamanan dunia bersama-sama ke platform bersama dan kredibel di Singapura. Delegasi dapat mempelajari lebih lanjut tentang strategi dan taktik polisi selama Sydney Lindt Café Siege dari Penjabat Asisten Komisaris Kepolisian New South Wales, Leanne McCusker, yang terlibat selama krisis penyanderaan.

Selain itu, delegasi juga bisa mendapatkan wawasan tentang serangan Salisbury Novichok di Inggris dari Editorial Director CBRNe World, Gwyn Winfield. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here