Penyidik Periksa Dokter yang Nangani Penyelidik KPK Dianiaya

BERITABUANA, JAKARTA – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap dokter yang melakukan operasi terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dianiaya di Hotel Borobudur pekan lalu. Namun, pemeriksaan dilakukan di kantor dokter.

“Di periksa di kantor nya,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian pada Selasa (12/2/2019).

Menurut Jerry, pemeriksaan bertujuan untuk mendapatkan penjelasan secara rinci keadaan luka dan memastikan nama dokter bersangkutan. “Itu saja dulu. Soal detailnya, belum bisa kami sampaikan dulu,” ujarnya

Sebelumnya, salah satu pegawai KPK Muhammad Gilang Wicaksono melaporkan kejadian pemukulan yang dialaminya saat bertugas. Gunawan dipukul saat sedang mengambil foto untuk mengintai aktivitas rapat antara Pemprov Papua dengan anggota DPRD Papua di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2/2019) malam.

Beberapa pihak Pemprov Papua datang menghampiri Gunawan karena tidak terima difoto. Pihak pemprov pun sempat menayakan identitas Gunawan.

Meski sudah mengetahui Gunawan pegawai KPK, namun mereka tetap ‘menghujani’ bogem mentah. Hal ini membuat wajah Gunawan mengalami luka memar dan sobek. Terkait kasus ini, Gunawan telah melaporkan kejadian pemukulan ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (3/4/2019).

Namun, pihak Pemprov Papua justru melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. Pasalnya didalam HP pegawai KPK yang sempat diperiksa pihak Pemprov terdapat pesan jika salah satu pejabat ada yang akan melakukan tindak suap.

“Isi pesan WhatsApp telapor sempat dibaca. Ada kata-kata yang berisi akan ada penyuapan yang dilakukan Pemprov Papua. Faktanya tidak ada penyuapan,” jelas Argo.

Atas dasar itu, pihak Pemprov Papua melalui Alexnader Kapisa melaporkan kejadian ini atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik pada Senin (4/2/2019). Dirinya melapor ke Polda Metro Jaya pada Senin (4/5/2019) dengan nomor laporan LP / 716 / II / 2019 / PMJ / Dit. Reskrimsus

Pasal yang dijerat yakni Tindak Pidana di bidang ITE dan pencemaran nama baik atau fitnah melalui media elektronik Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) dan Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 Tentang ITE.(CS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *