Kejagung Buru Terpidana Korupsi Pengalihan Aset PJKA Handoko Lie Untuk Dieksekusi

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Adi Toegarisman menyarankan agar Direktur PT Arga Citra Kharisma, Handoko Lie,  terpidana 10 tahun penjara kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengalihan tanah milik PJKA, sekarang PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera menyerahkan diri. Alasannya, kemanapun dia menghindar, penegak hukum pasti menemukannya.

“Saya ingatkan untuk semua buronan, termasuk Handoko Lie, tidak ada tempat sunyi yang aman bagi mereka. Karena kami pasti akan memburu para buronan ini,”kata Adi kepada wartawan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Senin (11/2).

Mantan Jamintel Kejagung ini mengingatkan, semua pihak yang berusaha menyembunyikan atau melindungi pengusaha terkenal di Medan, Sumatera Utara ini agar segera melaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Jangan coba-coba melindungi terpidana ya. Kalau terbukti semua pasti ada sanksinya,”tandasnya.

Sejak divonis bersalah ditingkat terakhir, Handoko Lie belum diketahui rimbanya. Kejaksaan selaku pihak eksekutor terus memburu Pria berkacamata minus tersebut. Terakhir keberadaannya sempat terdeteksi berada di Malaysia. Namun ketika hendak ditangkap yang bersangkutan melarikan diri.

Tak ingin kehilangan buruannya, Institusi Adhyaksa pun melibatkan bantuan International Police (Interpol), melalui Kepolisian guna menangkap pengusaha kakap dari Medan tersebut yang saat ini belum diketahui rimbanya.

“Kita berusaha menemukan yang bersangkutan. Karena itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh kejaksaan nanti tentunya kita minta kerja samakan dengan pihak lain, dengan Polri melalui interpol, ini sudah kita lakukan,” tambahnya.

Seperti diketahui pasca putusan Hakim tingkat kasasi, Handoko Lie dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah. Handoko Lie diganjar hukuman Badan selama 10 tahun dan uang pengganti korupsi Rp 185 miliar lebih.

Handoko bersama Wali Kota Medan 2010-2015, Rahudman Harahap, mengalihfungsikan lahan PT KAI seluas 7,3 hektare pada 2010. Kemudian Handoko membangun mal, rumah sakit, dan hotel di atas lahan itu serta menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Medan.

Handoko Lie juga diduga terlibat dalam kasus pengalihan lahan PT KAI yang dialihkan menjadi HPL milik Pemko Kota Medan, Tahun 1982, HL juga terlibat kasus korupsi lainnya, yakni terkait kasus Pengalihan HGB Tahun 2004, HL juga terlibat dalam kasus perpanjangan HGB 2011

Selain Handoko Lie, kejagung juga menetapkan mantan Wali Kota Medan Abdillah dan Rahudman Harahap sebagai tersangka.

Handoko Lie terpidana kasus penjualan aset PT KAI hingga kini masih terus diburu lantaran belum terdeteksi keberadaannya. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *