BERITABUANA.CO, KUKAR – Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin tidak membantah kalau menjelang Pemilu 17 April 2019, banyak hoax yang bertebaran di media sosial. Namun, ia mengingatkan kepada generasi millenia dan seluruh warga negara menggunakan hak pilihnya pemilu serentak, baik memilih Presiden maupun anggota DPR, DPRD Kabupaten/kota, dan DPR Provinsi serta anggota DPD.

“Hoax yang dimainkan para haters ini menyerang semua pihak yang bertarung dalam Pemilu Presiden,” kata Mahyudin dihadapan ratusan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kalimantan Timur, Sabtu (9/2/2019) kemarin.

Menurut Mahyudin, haters merupakan sosok yang mempunyai kecemburuan pada pihak lain dengan kadar yang tinggi. Karenanya dia berharap masyarakat selalu jeli dalam melihat dan menyikapi informasi yang ada.

“Untuk itu saya mengajak generasi milineal memerangi hoax. Jangan percaya hoax,” tegasnya.

Bagi Mahyudin mengkritik itu sah-sah saja, namun ditegaskan kritik yang disodorkan sifatnya harus membangun. Meski demikian bila ada pemimpin yang sukses membangun, dianjurkan masyarakat harus mengapresiasi kinerjanya.

Dalam Pemilu Presiden menurutnya siapa saja bebas memilih calon yang ada. Dirinya mengajak memilih pemimpin yang memiliki integritas.

“Yang terpilih adalah Presiden kita,” tegasnya lagi.

Diakui saat ini banyak pejabat ditangkap KPK karena melakukan tindak korupsi. Banyaknya pejabat melakukan tindakan korupsi bisa jadi akibat dari sistem Pemilu yang berbiaya tinggi.

“Banyak politisi melakukan money politik sehingga mereka mengeluarkan uang banyak. Dari sinilah mereka berpikir bagaimana mengembalikan uang bila terpilih. Akibatnya mereka melakukan korupsi,” ungkapnya.

Selama ini ada anggapan terjun dalam dunia politik akan membuat orang cepat kaya. Anggapan yang demikian dibantah oleh Mahyudin seraya mengingatkan kalau mau kaya jangan jadi politisi, tetapi jadi pengusaha saja.

“Memang politik kita berbiaya tinggi sehingga dari sinilah menyebabkan kekuatan kapitalisme masuk ke dalam demokrasi. Kekuatan kapitalisme itulah yang membiayai peserta Pemilu,” ujarnya.

Namun agar demokrasi tak dirusak oleh kekuatan modal, Mahyudin mengajak generasi milineal untuk mengatakan Say No To Money Politic. Tak hanya itu, ia juga berharap mahasiswa belajar baik-baik agar sukses.

“Bagi saya selalu ada harapan bagi orang yang punya kemauan. Maka jangan mudah menyerah. Setelah kesulitan ada kemudahan,” tutup politisi Golkar itu. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here