BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al Habsyi menyampaikan, pada hari kedua fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan), calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), ada 5 dari 11 peserta yang mengikuti uji kelayakan. Dari sebelas calon yang ada, dua diantaranya adalah incumbent.

“Saya mengapresiasi keseriusan dari para kandidat dalam menjalankan proses seleksi,” kata Habib Aboe Bakar dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi beritabuana.co, Kamis (7/2/2019).

Namun, politisi dari PKS itu menyayangkan ketika ada beberapa kandidat yang ternyata belum melaporkan LHKPN (laporan harta kekayaan pejabat negara) nya. Tentunya, menurut Habib Aboe Bakar, hal ini akan menjadi sorotan banyak pihak.

“Karena kepatuhan mereka terhadap aturan hukum tentunya akan dinilai oleh masyarakat,” tambahnya lagi.

Habib Aboe Bakar menjelaskan, Komisi III DPR telah menjalankan tugas secara optimal untuk melakukan proses seleksi calon hakim MK. Berbagai tahapan seleksi telah dilaksanakan untuk menjaga kualitas dari hakim MK yang terpilih.

“Siapapun yang hari ini terpilih adalah putera terbaik bangsa, yang tentunya harus menjaga amanah dengan baik,” papar dia.

Nantinya sebagai Hakim MK, lanjut Anggota DPR dari Dapil Kalimantan Selatan itu, tentunya harus selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara diatas segalanya.

“Mereka harus mampu menjalankan tugas sebagai the guardian of the constitution. Karenanya saya mengingatkan, para hakim yang hari ini terpilih harus menjaga integritasnya, menjalankan tugas dengan profesional, independen, non partisan, sehingga mampu memberikan rasa keadilan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Habib Aboe Bakar juga menyatakan kalau tantangan dan tugas MK diawal tahun ini cukup berat, karena harus mengawal Pemilu 2019. Maka dari itu, hakim terpilih harus bisa langsung menyesuaikan diri dengan cepat, sehingga mereka akan bisa menghadapi sengketa hasil pemilu dengan baik. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here