Di Brasil, Korban Tewas Bendungan Ambruk 142 orang

BERITABUANA, RIO DE JANEIRO – Bendungan ambruk di Brumadinho, di negara bagian Minas Gerais, Brasil, menelan korban tewas mencapai 142 orang. Sebanyak 122 di antaranya sudah diketahui jati dirinya.

Korban secara keseluruhan, 194 orang masih hilang. Mereka terdiri dari penduduk lingkungan setempat dan karyawan perusahaan Vale. Tim-tim penyelamat sedang menjalankan upaya mereka di beberapa daerah untuk menemukan lebih banyak jenazah.

Sekitar 400 orang terlibat dalam upaya penyelamatan. Setengah dari jumlah itu para petugas pemadam kebakaran dari Minas Gerais dan setengahnya lagi terdiri dari petugas Pasukan Keamanan Umum Nasional, pemadam kebakaran dari berbagai negara bagian serta sukarelawan.

Pada Selasa (6/2), lima insinyur dan manajer, yang ditahan karena dianggap bertanggungjawab terkait ambruknya bendungan mendapatkan `habeas corpus` (surat perintah untuk dihadapkan ke pengadilan) dari pengadilan Brasil dan telah dibebaskan.

Kelima orang itu, yang tiga di antaranya karyawan Vale dan dua lainnya pegawai kontrak, sebelumnya ditahan terkait keselamatan bendungan atau dianggap bertanggungjawab dalam mendapatkan izin.

Limbah pertambangan yang berhamburan dari bendungan ambruk tersebut terus mengalir ke Sungai Paraopeba. Para pakar mengatakan sungai itu jadi mati, seperti yang juga terjadi pada Sungai Doce saat insiden serupa muncul di Mariana, juga di Negara Bagian Minas Gerais, pada akhir 2015.

Beberapa kota di sekitar sungai menghadapi masalah karena sungai tersebut tidak mungkin digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan air bersih. Sejumlah kota telah menyatakan status darurat atau status bencana.

Sebuah hasil penelitian yang diumumkan Yayasan Oswaldo Cruz, yaitu lembaga kajian epidemiologi dan keamanan masyarakat Brasil, memperkirakan kota-kota di sekitar Sungai Paraopeba kemungkinan akan menghadapi wabah penyakit yang ditularkan nyamuk. Yakni demam kuning atau demam berdarah. Keadaan yang sama terjadi saat insiden Mariana. (Daf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *