Bandara UPBU Mozes di Papua, Siap Layani Penerbangan Perintis

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Bandara Mozes Kilangin Timika (Papua) yang dikelola Koordinator Wilayah (Korwil) dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, kini sudah siap melayani program angkutan udara perintis yang telah ditetapkan untuk menghubungkan daerah-daerah terluar, terdepan, terpencil dan pedalaman.

“Sesuai dengan komitmen Pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan berkomitmen melanjutkan program angkutan udara perintis,” ungkap Dirjen Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti terkait dimulainya angkutan perintis penumpang dan juga angkutan perintis kargo pada Korwil UPBU) Mozes Kilangin Timika.

Kepada beritabuana.co melalui Hari Budianto, Kabag Kerjasama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara, Kamis (7/2/2019) Polana mengatakan, program angkutan udara perintis yang dikenal juga sebagai Program Jembatan Udara dilakukan oleh Ditjen Hubud di beberapa daerah di tanah air, salah satunya di daerah Timika (Papua) dan sekitarnya.

Polana mengemukakan, untuk angkutan udara perintis penumpang yang melayani 26 rute di sekitar wilayah Timika, Papua sudah dimulai pada tanggal 1 dan 4 Febuari 2019. Pada penerbangan yang dimulai tanggal 1 Februari terdiri dari 15 rute dilayani dengan pesawat jenis Pilatus Porter. Sedangkan penerbangan yang dimulai tanggal 4 Februari terdiri dari 11 rute dengan pesawat Grand Caravan.

“Sedangkan untuk pelayanan penerbangan perintis kargo dimulai hari ini, Kamis, 7 Febuari, dan akan melayani 3 rute dengan pesawat jenis Pilatus Porter,” ungkapnya.

Menurutnya, penyelenggaraan program Jembatan Udara, baik subsidi angkutan udara perintis penumpang maupun subsidi angkutan perintis kargo menjadi salah satu program prioritas di Ditjen Perhubungan Udara.

“Semoga dengan dimulainya lagi program Jembatan Udara ini dapat mempercepat peningkatan konektivitas transportasi masyarakat serta lebih menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat Timika dan sekitarnya,” ujar Polana.

Polana mengingatkan, dalam penyelenggaraan angkutan perintis harus mengedepankan faktor 3S+1C. Yaitu faktor safety (keselamatan), security (keamanan), services (pelayanan), serta compliant (pemenuhan ketentuan yang berlaku).

“Tanpa keselamatan penerbangan, program Jembatan Udara ini tidak akan berarti. Karena keselamatan penerbanganlah yang akan memberi kepastian bahwa penumpang dan kargo yang diangkut bisa sampai ke tempat tujuan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tandasnya.

Polana menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan apresiasi terkait dimulainya angkutan perintis penumpang dan juga angkutan perintis kargo pada Koordinator Wilayah (Korwil) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika ini. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *