Satgas Keamanan Desa Hasil Inovasi ‘Brilian’ Kapolres Lumajang Sudah Tersebar di 129 Desa

BERITABUANA.CO, LUMAJANG- Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH membuat terobosan baru agar wilayahnya terbebas dari gangguan keamanan dengan membentuk Satgas Keamanan Desa. Hal ini dilakukan setelah Kapolres berkolaborasi dengan Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.

Satgas Keamanan Desa yang dimaksud ini sudah terbentuk di 129 Desa dari 205 desa/kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang. Satgas Keamanan Desa ini sendiri rata-rata beranggotakan 30 sampai dengan 50 orang, sehingga total telah terbentuk 3.870 relawan keamanan.

Anggota Satgas Keamanan Desa yang sengaja dibentuk oleh Kepolisian berkolaborasi dengan Pemda Lumajang ini dilengkapi dengan rompi, HT (Handy Talkie) yang terhubung dengan repiter pancar ulang dan alat alat lainnya untuk menunjang kinerja mereka.

Anggaran pembelian perlengkapan satgas ini sendiri menggunakan dana desa. Pembentukan Satgas Keamanan Desa sudah terbentuk kurang lebih 62 persen dari total desa dan segera disusul oleh desa-desa lainnya.

Sementara itu, tugas Satgas Keamanan Desa adalah menjaga dan memastikan keamanan didesanya. Mereka bahkan memiliki kewenangan untuk membubarkan jika ada masyarakat yg sedang kumpul mabuk-mabukan.

Selain itu anggota satgas juga dapat menyelesaikan problem solving yang ada didesanya seperti menyelesaikan perselisihan antar warga didesanya bahkan mengajak gotong royong untuk mengatasi bencana alam dan persoalan kemasyarakatan lainnya.

Anggota Satgas keamanan desa ini sendiri dibawah kendali kepala desa secara langsung, dan mendapatkan bimbingan dari Bhabinkamtibmas secara periodik. Dengan kinerja dan tanggungjawabnya tersebut anggota Satgas Keamanan Desa secara tidak langsung mereka akan dianggap sebagai tokoh masyarakat diwilayah mereka.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK mengatakan bahwa Satgas Keamanan Desa ini adalah pertahahan lapis ketiga dari 3 lapis keamanan yang saya gagas.

“Anggota yang tergabung dalam Satgas Keamanan Desa dibekali beberapa keahlian seperti keahlian berbicara menggunakan HT, kemampuan TPTKP dan kemampuan Beladiri untuk bekal jika bertemu pelaku kriminalitas yang melakukan perlawanan saat ingin ditangkap,” katanya.

Ia menjelaskan anggota Satgas Keamanan Desa tidak digaji dan tidak boleh di gaji, sebab mereka adalah sukarelawan. “Kami menciptakan tokoh masyarakat, bukan birokrat, seorang tokoh tidak mengharapkan gaji, tapi muncul dari panggilan hati nuraninya untuk berbuat hal positif bagi lingkungannya, sehingga kehadiran mereka akan dihargai warganya dan didengar perkataannya,” ucap Kapolres.

” Mereka tidak hanya mengatasi masalah kriminalitas, tapi juga dapat memobilisasi masyarakat untuk gotong royong mengatasi bencana alam dan mengatasi permasalahan warga lainnya,” tambah AKBP Arsal yang juga Alumni Akpol 1998 ini.

Jumali, selaku warga Desa Condro, Pasirian sekaligus salah satu relawan yang bergabung dalam satgas keamanan desa ini menyampaikan bergabungnya dalam satgas, karena panggilan hatinuraninya

“Saya merasa jiwa saya terpanggil untuk bergabung dalam satgas keamanan desa Condro. Saya dan teman-teman akan berusaha maksimal untuk memastikan desa kami aman dari begal maupun tindak kriminal lain seperti pencurian hewan ternak,” katanya. (Mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *