BERITABUANA.CO, JAKARTA – Subdit 3 Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap kelompok begal sadis asal Lampung. Dalam aksinya, kelompok ini tak segan untuk melukai, bahkan menembak korbannya jika melawan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, keempatnya ditangkap di apartemen kawasan Tangerang. Empat pelaku berinisial DK alias S (27), A (27), A alias S (26) dan D (31). Mereka sudah 10 bulan tinggal di apartemen tersebut.

Dijelaskan Argo, pada 1 Febuari 2019 petugas melakukan penangkapan terhadap 4 orang pelaku di daerah Tangerang. Namun, pelaku atas nama DK mencoba melawan petugas, sehingga terpaksa ditembak hingga meninggal dunia karena kehabisan darah.

Sedang asal mula terungkapnya aksi ini, jelas Argo, berdasarkan laporan masyarakat  di bulan November 2018 lalu. Laporan tersebut ditindaklanjuti di lima lokasi kejadian di wilayah Tangerang, Tambora dan Kebayoran Lama.

“Penyidik melakukan penyelidikan antara bulan November-Januari. Ada video viral di medsos kejadian curanmor di Tambora. Setelah dilakukan penyelidikan kelompok ini beraksi di puluhan lokasi. Sementara terdeteksi lima lokasi. Kelompok ini adalah kelompok curanmor dari Lampung,” jelas Argo di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (3/2/2019).

Diketahui, ternyata kelompok ini ada enam orang. Dia melakukan pencurian tidak mengenal waktu dan tempat. Mau sepi atau ramai.

Atas dasar informasi itu, diperintah untuk mengambil tindakan tegas, jika mendapatkan perlawanan. Alasan lainnya, karena pelaku juga pernah melakukan penembakan tapi tidak keluar pelurunya.

Peran pelaku pun, masih menurut Argo, berbeda. DK sebagai kapten membuka paksa kunci kontak sepeda motor menggunakan kunci ‘T’.  Membawa senjata api untuk melakukan pengancaman terhadap korban.

A, yang mengendarai motor curian dan membonceng tersangka DK untuk meninggalkan TKP. Untuk S, dia berperan memboncengi tersangka A untuk mencari sasaran sepeda motor dan mengawasi keadaan sekitar.

Lalu, untuk tersangka D sendiri berperan untuk memboncengi tersangka DK sekaligus juga untuk mencari sasaran sepeda motor dan mengawasi keadaan lokasi tempat mereka beraksi.

“Keempatnya kini sudah kami tangkap, satu meninggal dunia atas nama DK. Dan dua lagi kini sedang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas inisial AF dan SF,” ujarnya.

Dari penangkapan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti yakni 1 senjata api, 8 butir amunisi kaliber 9mm, 7 handphone berbagai merk, 2 kunci leter ‘T’, 8 mata anak kunci leter ‘T’, 2 dompet, 1 tang, 1 pisai lipat, 7 obeng, 1 SIM C atas nama DK, 1 kartu ATM BRI, 2 KTP atas nama DK dan A, 1 senter dan motor honda vario.

Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1952 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup,” pungkasnya.(CS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here