Tim Cobra Hadiahi Timah Panas untuk ‘Bandit Jalanan’ yang Bikin Onar di Lumajang

BERITABUANA.CO, LUMAJANG– Tim Cobra Polres Lumajang tidak main-main dalam ultimatumnya kepada para pelaku kejahatan yang akan menangkap seluruh pelaku kejahatan sampai akar-akarnya. Terbukti, pada Kamis (31/1), Tim Cobra kembali menangkap sekaligus menembak kedua pelaku pencuri sepeda motor yang beraksi di wilayah Lumajang.

Mereka adalah Minil dan Sultanto Gumukmas, Jember. Keduanya memang harus dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan saat akan diamankan oleh petugas.

Penangkapan ini sendiri bermula dari laporan korban atas nama Iswani, Darungan, Yosowilangun, Lumajang. Korban mengaku kehilangan sepeda motor miliknya yang bermerk Honda Beat warna putih dengan Nopol N 2047 UD yang diparkir di depan toko. Polisi pun bergerak cepat dengan mendalami kasus tersebut.

Akhirnya, Tim Cobra mendapatkan titik terang atas kasus tersebut. Dibantu oleh Sat Reskrim Polres Jember, dan pada Kamis (31/1) dini hari, Tim Cobra berhasil menangkap tersangka Minil di rumahnya di desa Sumberan, Jember. Sedangkan Sultanto baru tertangkap sekitar pukul 05.00 WIB di wilayah Desa Karangrejo, kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember.

Dalam pengakuan keduanya, mereka menggunakan sepeda motor Yamaha Vega warna hitam untuk melancarkan aksinya. Namun, mereka menyangkal jika sudah merencanakan pencurian ini sejak dari rumah.

Mereka mengaku hanya ingin berjalan-jalan kearah Lumajang. Tetapi, ditengah jalan keduanya melihat sepeda motor tanpa pemilik di depan toko dalam keadaan kunci motor masih terpasang. Sontak Minil yang mengendarai motor langsung putar balik dan Sultanto turun untuk mengambil motor tersebut lanjut dibawa ke Jember.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan bahwa keduanya adalah residivis dalam masalah yang berbeda.

“Tersangka Sultanto pernah dipenjara dalam kasus sebagai penadah sepeda motor di wilayah Jember. Sedangkan Minil juga pernah dipenjara karena penggelapan,” kata AKBP Arsal.

Lebih lanjut, Arsal mengatakan jika salah satu tersangka baru merasakan udara segar selama 5 bulan. “Sultanto ini juga merupakan anggota organisasi kepemudaan di Surabaya, namun dengan nama samara Samsul di Kartu Tanda Anggotanya. Dia juga baru keluar Lapas Jember Bulan Juli. Surat dari Lapas juga masih ada di saku mereka saat kami tangkap,” jelasnya.

Kasat Reskrim AKP Hasran mengatakan bahwa pelaku ini merupakan jaringan Jember. “Baru kali ini kami identifikasi melakukan di Lumajang. Mungkin dia mau coba-coba dapat patukan Cobra Lumajang,” ucap Hasran yang juga selaku Ketua Tim Cobra.

Akibatnya, tersangka dikenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Diketahui, sejak menjabat sebagai orang nomor satu di lingkungan Kepolisian wilayah Lumajang, AKBP Arsal langsung membuat Tim Cobra yang tidak segan-segan menembak pelaku jika memang dibutuhkan serta membahayakan petugas.

Setidaknya, dalam 2,5 bulan masa kepemimpinannya ini, petugas dari Polres Lumajang telah memuntahkan 15 tembakan kepada para pelaku criminal street crime yang selama ini meresahkan masyarakat Lumajang.

Mereka yang dihadiahi timah panas oleh Tim Cobra Polres Lumajang bentukan Kapolres AKBP M. Arsal Sahban ini dikelompok kan beberapa kasus, yakni 5 orang kasus begal, 3 orang kasus pencurian hewan, 4 orang kasus curanmor, 2 orang kasus pemerkosaan anak dibawah umur, 1 kasus pembunuhan disertai pencurian.

Salah satu contohnya, Rohmat si raja tega spesialis Begal dan perampokan yang terkenal sadis merupakan jaringan Lumajang dengan 14 TKP kriminal yang sudah di identifikasi, serta 2 pelaku curanmor (pencurian motor) jaringan Jember atas nama Minil serta Sultanto yang juga merupakan residivis yang baru keluar 4 bulan dari penjara. Mereka harus merasakan timah panas menembus kakiknya. (Mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *