BERITABUANA.CO, JAKARTA- Terpidana kasus Undang-undang Informasi, Translaksi dan Elektronik (ITE), Buni Yani akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat, pada Jumat (31/1) malam.

Buni hanya sekitar 30 menit di Kejari Depok. Begitu keluar, dirinya mengaku akan dibawa ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

“Saya hanya menghormati proses hukum yang berlaku. Dan sekarang saya mau ke Lapas Gunung Sindur,” kata Buni kepada wartawan sebelum dibawa ke Lapas Gunung Sindur, Jumat (31/1).

Usai memberikan keterangan kepada awak media, dia langsung dibawa kejaksaan dengan mobil tahanan. Namun, saat dibawa, Buni belum mengenakan rompi tahanan.

Sebelumnya, Buni Yani didampingi tim kuasa hukum menyerahkah diri ke Kejari Depok. Buni dijerat pasal ujaran kebencian itu menyerahkan diri dengan didampingi tim kuasa hukum.

Terpidana Buni tiba di Kejari Depok, sekitar pukul 19.30 WIB. Dirinya datang dengan mobil Pajero hitam nomor polisi B 1983 FJV. Kemudian, tim kuasa hukum hadir dengan mobil berbeda.

Seperti diketahui, Buni Yani sebelumnya divonis Pengadilan Negeri Bandung 1,5 tahun penjara pada November 2017. Buni divonis terkait tuduhan melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Buni dinyatakan bersalah karena mengubah dan menghilangkan kata pakai dalam video pidato eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Pengubahan ini membuat Buni terbukti menambahkan narasi provokatif.
Tak terima dengan vonis tersebut, Buni sempat mengajukan kasasi ke MA. Namun, MA menolak kasasi tersebut. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here