BERITABUANA.CO, CARACAS – Adanya dua matahari kembar kepemimpinan di Venezuela masih berkelanjutan. Pemimpin oposisi yang menyatakan diri sebagai presiden sementara Venezuela Juan Guaido, mengatakan dia telah menemui sejumlah pejabat pemerintah untuk menyakinkan mereka mengenai pentingnya pemilu baru, setelah seorang legislator mengatakan pertemuannya digelar pekan lalu.

Dalam sebuah wawancara TV awal pekan lalu, Guaido tampak menghindari pertanyaan mengenai apakah dia sudah bertemu dengan Diosdado Cabello, anggota senior Dewan Legislatif yang juga salah satu tokoh penting di Partai Sosialis naungan Presiden Nicolas Maduro.

Diketahui, bahwa Guaido (35) menyatakan diri sebagai presiden sementara pada Rabu, setelah Maduro dilantik untuk masa jabatan periode kedua.

Maduro terpilih kembali pada Mei dalam pemilu yang dinodai banyak dugaan pelanggaran.  Sejumlah tokoh oposisi tidak diizinkan mengikuti pemilu.

Namun, Amerika Serikat (AS), Kanada, dan sejumlah negara Amerika Latin mengakui Guaido dalam suksesi yang cepat.

Sebuah video yang menurut pemerintah merupakan bukti pertemuan itu menunjukkan Cabello dan pejabat tinggi pemerintahan Maduro, Freddy Bernal, memasuki sebuah hotel. Mereka diikuti oleh beberapa anggota Badan Legislatif ternama oposisi dan seseorang yang mengenakan topi bisbol dan tudung abu-abu yang oleh pemerintah dikatakan sebagai Guadio.

Video itu memicu trending #guaidochallenge di Twitter, dengan para pengguna mengunggah foto mereka, teman, dan bahkan hewan peliharaan mereka dengan topi dan tudung untuk menunjukkan siapa pun bisa menjadi orang yang terdapat di video itu.

Namun, dalam pagelaran politik pada Sabtu, Cabello mengatakan dia memiliki rekaman percakapan pertemuan itu, dan mengatakan Guaido memintanya untuk mendukung pemilu baru.

Cabello mengatakan satu-satunya pemilu yang akan dia dukung adalah pemilu untuk Majelis Nasional, lembaga yang dikepalai Guaido.

Di Caracas, Guaido mengatakan di hadapan pendukung dan kerumunan massa yang sedikit bahwa dia memang bertemu dengan para pejabat, meskipun dia tidak merinci waktu dan siapa yang dia temui. Dia mengatakan dia tertarik untuk membahasnya dengan siapa pun, sipil atau militer, yang akan mendukung diakhirinya hal yang dia sebut “perebutan kekuasaan” oleh Maduro serta mendukung pemerintahan transisi dan pemilu yang bebas.

Dia menambahkan dia tidak khawatir bila lebih banyak perincian dari pertemuan itu terungkap. “Saya siap – sebuah pesan untuk Freddy dan Diosdado – saya mengatakannya kemarin dan akan diulang lagi hari ini, semua yang ingin mengakhiri perebutan kekuasaan (dan mendukung) pemerintah transisi dan pemilu yang bebas disambut untuk membahasnya,” jelasnya.

Tujuan Guaido saat dia mencoba untuk mengonsolidasikan pemerintahan paralelnya, yang telah mendapat dukungan internasional namun tidak memiliki kekuasaan di dalam negeri, adalah untuk meraih dukungan para pembelot.

Dia menjanjikan para pembelot amnesti politik yang akan menginzinkan tentara, polisi, dan rakyat sipil untuk ambil bagian dalam kehidupan publik setelah pemerintahan transisi, tanpa hukuman.

Dia meraih dukungan seorang tokoh penting pada Sabtu, saat diplomat tinggi militer untuk AS, Kolonel Jose Luis Silva mengakui kepemimpinannya dan membelot dari Maduro. (Ram)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here