BERITABUANA, BERKELEY – Bumi sedikit lebih dingin pada 2018 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, sebuah analisis baru menunjukkan tahun lalu masih tercatat sebagai tahun terhangat keempat.

Dilaporkan dengan penutupan sebagian kegiatan pemerintahan AS, perhitungan agen federal untuk suhu Bumi pada tahun lalu tertunda. Namun, para ilmuwan independen di Berkeley Earth menghitung bahwa suhu rata-rata tahun lalu adalah 58,93 derajat (14,960 Celcius).

Zeke Hausfather, ilmuwan iklim Berkeley Earth, mengatakan kemungkinan kelompok pengukur suhu lainnya akan menyetujui peringkat 2018 sebagai tahun keempat terpanas hingga November. Badan Meteorologi Jepang juga telah menghitungnya sebagai urutan keempat. Catatan perhitungannya dimulai dari 1850.

Hanya 2016, 2017 dan 2015 yang lebih hangat dari tahun lalu, dengan perbedaan yang sangat kecil. Sebagian besar terjadi karena variasi cuaca tahunan alami seperti El Nino dan La Nina, kata Hausfather. Menurut Hausfather tidak akurat jika penurunan suhu pada tahun lalu dianggap sebagai tren pendinginan suhu Bumi.

“Jangka panjangnya sudah sangat jelas,” katanya.

Tahun lalu, 29 negara termasuk sebagian besar Eropa Tengah dan Antartika telah mencatat bukti dari tahun-tahun terpanas, kata Hausfather. (Okz/Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here