BERITABUANA.CO, LUMAJANG -Setelah beberapa hari yang lalu warga Lumajang digegerkan dengan penemuan jasad wanita tak berbusana di tempat wisata yakni Pantai Paseban yang terletak di Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, akhirnya, Jumat (25/1), Tim Cobra Polres Lumajang dan Tim Resmob Polres Jember berhasil menangkap dalang dibalik kematian wanita malang tersebut.

Ada 2 pelaku pembunuhan tersebut, dimana salah satunya masih anak dibawah umur dan berstatus pelajar berinisial MNR (25) Warga Rowokangkung, Lumajang dan MS (24).

Diketahui, kasus ini sendiri bermula saat tersangka MS janjian untuk bertemu dengan korban untuk berkencan, karena sebelumnya mereka berdua juga pernah berkencan. Menurut keterangan tersangka, korban memasang tarif sebesar Rp 50.000 untuk sekali kencan.

MS lalu mengajak MNR untuk bertemu dengan korban di wilayah Kota Lumajang. Setelah bertemu, MS menggonceng korban dengan menggunakan sepeda motor Honda Blade. Sedangkan sepeda motor milik korban yakni Yamaha Mio Soul dikendarai oleh MNR menuju ke areal makam Sentono (pinggir sungai) Dusun Krajan 2, Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

Sesampai di lokasi, MS diduga langsung berhubungan badan dengan korban. Namun, setelah selesai, terjadi adu mulut diantara keduanya dengan alasan korban meminta bayaran lebih kepada MS.

MS pun akhirnya emosi dan memukul korban pada bagian kepala dengan tangan kosong dan juga sempat beberapa kali memukul dengan helm milik korban. MNR pun akhirnya menghampiri keduanya, namun korban terlanjur sudah setengah sadar.

Dalam keadaan panik, mereka berdua akhirnya melempar tubuh korban ke sungai, tepatnya di sungai Bondoyudo Sentono Tebuan,  Dusun Krajan II, Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang. Aliran sungai tersebut sendiri mengalir kearah pantai paseban, sehingga korban terbawa arus hingga ke Pantai Paseban, Kab. Jember.

Dalam pengakuanya, tersangka menerangkan tidak tahu apakah saat dilemparkan ke arah sungai, korban dalam keadaan meninggal dunia atau belum. Setelah kejadian tersebut, tersangka mengambil tas milik korban yang berisi perhiasan emas serta sepeda motor milik korban, dan selanjutnya  di jual di wilayah Kabupaten Situbondo.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan bahwa dari pengakuan pelaku, pembunuhan tersebut tidak di rencanakan dan murni karena emosi seusai cekcok diantara keduanya.

“Pelaku mengatakan pada petugas bahwa tidak ada niatan membunuh korban sebelumnya. Tindakan kedua tersangka membuang jasad kearah sungai adalah reaksi panik,” ucap Kapolres.

Namun, lanjut Kapolres pihaknya tidak langsung percaya atas pengakuan tersebut lantaran keduanya juga mengambil barang milik korban. “Kami akan menyelidiki lebih lanjut atas motif pembunuhan ini,” tegas Arsal.

“Satu hal yang kita sangat sayangkan, salah satu pelaku masih anak dibawah umur. Ini membuktikan adanya degradasi moral dilingkungan kita. Ini menjadi PR kita bersama untuk membangun karakter dan kepribadian positif sejak usia dini,” sambung Alumni Akpol 1998 ini.

Kasat Reskrim AKP Hasran menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini hasil kerjasama Tim Cobra Polres Lumajang dan Buser Polres Jember. “Untuk motifnya masih akan kami dalami,” ucap AKP Hasran.

Ia menjelaskan, pada saat dilakukan penangkapan MS melakukan perlawanan kepada petugas, sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan ke kaki kiri. “Saat ini tersangka MS dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan,” tutupnya. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here