BERITABUANA.CO, LUMAJANG– Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban mendatangi Desa Gesang, Kecamatan Tempeh untuk melantik sejumlah kurang lebih 30 orang yang tergabung dalam Satuan Tugas Keamanan Desa Gesang.

Sistem keanggotaan dalam Satgas Keamanan Desa ini adalah sukarelawan dan tidak diberi gaji dari pemerintah. Menurutnya, pemerintah hanya sebagai wadah untuk mengarahkan dan menggugah kepedulian warga terhadap keamanan dilingkungan desanya masing-masing.

Saat ini, lanjut Alumni Akpol 1998 ini sudah tercatat 21 Desa yang sudah membentuk Satgas Keamanan Desa.

Satgas ini bermula dari Desa Sukosari di Kecamatan Jatiroto, Desa Sukosari yang dulunya terkenal sebagai daerah tertinggal dan rawan sekali tindak pidana Begal yang terjadi 3-4 seminggun kejadian. Akhirnya, warga setempat yang di inisiasi Bhabinkamtibmas mempunyai inisiatif mengajak warga sekitar untuk menjadi relawan dalam keanggotaan Satgas Keamanan Desa.

Dampak positif yang dirasakan di Desa Sukosari untuk saat ini adalah tingkat kriminalitas menurun drastis bahkan hampir dalam 1
tahun terakhir tidak ada kejadian begal dan pencurian sapi sehinggavwarga menjadi tidak risau beraktifitas di malam hari lagi di desa tersebut.

Atas inisiasi Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, dibentuklah satgas keamanan desa diseluruh desa dilumajang, yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Anggota Satgas Keamanan Desa ini dilengkapi dengan rompi, HT (Handy Talkie) yang terhubung dengan repiter pancar ulang dan alat alat lainnya untuk menunjang kinerja mereka. Anggaran pembelian perlengkapannya menggunakan dana desa.

“Tugas Satgas Keamanan Desa adalah menjaga dan memastikan keamanan didesanya,” kata Kapolres.

Mereka, lanjutnya bahkan memiliki kewenangan untuk membubarkan jika ada masyarakat yang sedang kumpul mabuk-mabukan. Selain itu anggota satgas juga dapat menyelesaikan problem solving yang ada didesanya seperti menyelesaikan perselisihan warga, mengajak gotong royong untuk mengatasi bencana dan persoalan kemasyarakatan lainnya.

Sementara, anggota Satgas keamanan desa dibawah kendali kepala desa secara langsung, dan mendapatkan bimbingan dari Bhabinkamtibmas secara periodik. “Dengan kinerja dan tanggungjawabnya tersebut anggota Satgas Keamanan Desa secara tidak langsung mereka akan dianggap sebagai Tokoh Masyarakat diwilayah mereka,” ucap Kapolres.

Ia menambahkan, Satgas Keamanan Desa ini adalah pertahahan lapis ketiga dari 3 lapis keamanan yang dogagasnya. Menurutnya, anggota yang tergabung dalam Satgas Keamanan Desa dibekali beberapa keahlian seperti keahlian berbicara menggunakan HT, kemampuan TPTKP dan kemampuan Beladiri untuk bekal jika bertemu pelaku Kriminalitas yang melakukan perlawanan saat ingin ditangkap.

“Anggota Satgas Keamanan Desa tidak digaji dan tidak boleh di gaji, mereka adalah sukarelawan. Kami menciptakan tokoh masyarakat, bukan biroktrat. Seorang tokoh tidak mengharapkan gaji, tapi muncul dari panggilan hati nuraninya untuk berbuat hal positif bagi lingkungannya,” jelasnya.

Sehingga kehadiran mereka akan dihargai warganya dan didengar perkataannya. “Mereka tidak hanya mengatasi masalah kriminalitas, tapi juga dapat memobilisasi masyarakat untuk gotong royong mengatasi bencana alam dan mengatasi permasalahan warga lainnya,” ujar Arsal.

Kepala Desa Gesang Ibu Khusnul menambahkan bahwa anggota Satgas Keamanan Desa yang dipilih, adalah orang-orang yang memang memiliki dedikasi tinggi.

“Saya kan sering keluar malam kontrol Pos kamling, mereka-mereka inilah yang selalu ada di Pos Kamling, jadi saya pilih sebagai anggota satgas. Sekarang saya nyaman, karena kalau saya keluar malam tidak sendiri lagi, ada satgas yang mendampingi saya,” kata Khusnul.

“Saya terhormat dipilih sebagai anggota satgas keamanan desa Gesang. Saya dan teman-teman akan memastikan desa kami aman dari begal dan pencurian sapi,” kata Ketua Satgas Pak Alik. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here