BERITABUANA, JAKARTA – Maya Angkasa, penyanyi yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Artis dan Designer (APAD), mempertanyakan laporan polisi yang menuduhnya telah menggelapkan uang sebesar Rp9,2 miliar. Jika di situ disebutkan sebagai uang peserta Arisan Hoky Maya Meidy, jelas salah alamat.

Karena, menurut Maya Angkasa, dana yang terkumpul dan disetorkan kepada dirinya merupakan peserta bisnis trading. Jadi, bukan uang peserta untuk Arisan Hoky Maya Meidy, seperti yang tertera dalam laporan polisi.

“Kalau soal Arisan Hoky Maya Meidy, saya tidak tahu. Meski awalnya, saya kenal mereka para peserta, saat ada momen kumpul-kumpul arisan. Sedangkan sistem arisannya saja, saya sama sekali tidak tahu,” kata Maya saat memberi klarifikasi di Jakarta, Senin (21/1).

Untuk itu, Maya Angkasa meminta agar pelapor yang menuduhnya menipu dan menggelapkan uang, membedakan antara Arisan Hoky Maya Meidy dan bisnis trading di mana ia ikut menangani.

Ia juga mengakui memang ada transferan dana yang total keseluruhannya berjumlah Rp9,2 miliar. Namun, itu ditransfer dalam konteks bisnis trading.

Disebutkan bahwa terkait bisnis trading, Maya Angkasa juga memiliki bukti transfer ke pihak Tharman total sebesar Rp8 miliar. Termasuk, Rp1,3 muliar sebagai keuntungan bisnis trading sebelumnya.

“Untuk transfer saya lakukan secara berkala. Jadi, kalau Meidy mentransfer, saya juga mentransfer balik. Nilai totalnya seperti yang saya sebutkan tadi,” bebernya.

Maya Angkasa kembali menegaskan bahwa hal tersebut tak terkait dalam bentuk arisan, seperti yang disebutkan dalam laporan polisi. “Karena itu, saya mempertanyakannya dan itu salah alamat, jika kemudian saya dilaporkan dengan tuduhan penggelapan dana,” tegasnya.

Menurut Maya, awalnya kenal Sri Mediana Sulistiowati alias Meydi, menawarkan arisan trading. “Namun, karena tidak paham, saya tolak. Kemudian, beberapa hari setelah itu, datang lagi Indri ke saya untuk mempresentasikan soal bisnis trading,” tutur Maya Angkasa.

Dalam pertemuan itu, menurut Maya, Indri menyebut soal bisnis trading bisa menghasilkan keuntungan besar. “Setelah itu, saya sampaikan ke Meidy, kalau Indri bisa menjalani bisnis trading,” jelasnya.

Sedangkan untuk sosok Ratna, Maya Angkasa awalnya tidak mengenal. Hanya ketemu pertama kali saat mereka sedang menggelar arisan. Kemudian, mereka menyatakan akan mengikuti bisnis trading. Meidy dan Ratna merekrut anggota.

“Indri yang membuat akun bisnis trading untuk saya. Atas suruhan Indri, saya mentransfer ke rekening atas nama Tharman. Jadi, posisi saya hanya mempertemukan dengan pihak yang lebih paham soal bisnis trading,” paparnya.

Maya Angkasa tak menyangkal, terkait bisnis trading, masuk dana dari para peserta dalam bentuk transferan total Rp9,2 miliar. Namun, dari pengelolahan bisnis trading tersebut, justru diolah oleh pentrader, yakni Indri. Sedangkan Maya sendiri juga sudah mengeluarkan dana kurang lebih sebesar Rp6 miliar.

“Saya punya bukti-bukti itu semua. Saya sudah transfer ke pihak Meidy sekitar Rp6 miliar Juga kepada Ratna sebesar kurang lebih Rp800 juta. Yang jelas, itu terkait bisnis trading. Jadi, bukan untuk kepentingan arisan,” ungkap Maya Angkasa, sambil menunjukkan bukti-bukti transfer dari lembaga bank BCA.

Karena itu, Maya Angkasa menyebut adanya laporan ke polisi atas tuduhan penggelapan dana, jelas merupakan fitnah keji. Ia juga selama ini tetap ada di Jakarta dan tak pernah kabur. Kalaupun ada pihak yang mencoba menghubungi dan minta ditransfer dana, karena secara formal tidak kenal dan tidak setor dana terkait bisnis trading.

“Jadi, khusus untuk bisnis trading ke pihak ketiga atau peserta, semua berurusan dengan Meidy dan Ratna,” tutur Maya Angkasa yang siap mengkonsultasikan masalah yang dihadapi kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea SH.

Tidak hanya itu, Maya Angkasa juga mengaku heran, putrinya Rizky Arian Amalia dan tunangannya dikaitkan dengan masalah bisnis trading. Apalagi, sampai disomasi pihak pengacara dari peserta Arisan Hoky Maya Meidy. Hal itu, menurutnya, juga salah alamat. Maya Angkasa pun berencana melaporkan balik pihak-pihak yang sudah mencemarkan nama baiknya.

“Kalau soal bisnis trading, sejauh ini tak ada masalah. Berbeda dengan peserta arisan, saya justru tidak tahu-menahu. Sebab, Ratna dan Meydi justru yang membuat sistem arisan. Mereka juga yang merekrut dan jadi member arisan mereka. Sedangkan yang berhubungan ke saya, yakni bisnis trading,” tandasnya. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here