BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu, Emilwan Ridwan, kembali membuat terobosan inovatif terkait pengembalian kerugian negara yang diperoleh atau disita dari para tersangka kasus korupsi di Kota Bengkulu.

Dengan menggandeng Bank Mandiri, jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu tak perlu lagi mengantar ke bank uang negara berapapun jumlahnya yang diperoleh atau disita dari para tersangka kasus korupsi yang kasusnya tengah ditangani kejaksaan.

“Sebaliknya petugas Bank Mandiri datang sendiri ke kantor Kejari Bengkulu mengambil uang sitaan itu. Mereka menyebutnya sistem Pick Up Service,” ujar Emilwan Ridwan saat ditemui wartawan, di Kejagung, Selasa (22/1).

Kajari Bengkulu yang akrab disapa Emil itu menjelaskan, dalam sistem Pick Up Service petugas Bank Mandiri datang sendiri ke Kantor Kejari Bengkulu setelah mendapat pemberitahuan dari pihak Kejari Bengkulu.

Di hadapan tim penyidik yang menangani kasus korupsi tersebut, petugas Bank Mandiri menghitung sendiri jumlah uang yang disita penyidik sekaligus memeriksa originalitas uang tersebut.

Setelah itu uang tersebut langsung dibawa oleh petugas Bank Mandiri ke bank yang bersangkutan dilampirkan tanda terima barang bukti uang sitaan itu. “Dengan cara ini lebih terjamin keamanan dan efisiensi waktunya,” pungkas Emil.

Sebagai contoh, jelas Emil, pada Senin lalu (21/1/2019) pihaknya menerima pengembalian kerugian negara sebesar Rp500 juta dalam bentuk uang tunai dari Ikhsanul Arif alias Itang, mantan Kepala Bidang Perbendaharaan DPPKA Kota Bengkulu.

“Setelah itu uang sitaan itu langsung diambil pihak Bank Mandiri lewat sistem Pick Up Service atas nama rekening titipan Kejari Bengkulu,” jelas Emil. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here