BERITABUANA, JAKARTA – Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, mengaku tegang campur sedih menjelang turnamen Indonesia Masters 2019. Hal itu menyusul rencana acara perpisahan pada pertandingan final di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1).

Butet, panggilan Liliyana, berencana menggelar acara perpisahan nanti. Hal yang membuat perasaannya jadi tegang dan sedih karena saya akan berbicara di hadapan para penggemar bulutangkis di Istora. Ia akan mengucapkan kata-kata perpisahan dan itu tentu paling susah dibandingkan pertandingan.

Butet dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (21/1), menyebut ingin segera melewati masa-masa perpisahan karena mengaku tidak kuat menahan emosi rasa sedih.

“Saya sudah belasan tahun dalam cabang bulutangkis dan ketika akan meninggalkan cabang olahraga yang saya cintai ini tentu sangat berat. Persiapan mental saya dalam turnamen ini adalah perpisahan bukan hanya pertandingan,” kata Butet.

Ia mengaku belum mempunyai rencana untuk mengabdikan diri ke pemusatan latihan nasional Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) maupun klub yang telah membesarkannya, baik sebagai pelatih atau tim pendukung lain.

“Saya ingin menyegarkan pikiran dan lepas dari bulutangkis. Saya masih fokus pada bisnis yang telah saya jalani sejak tiga tahun lalu, yaitu tempat pijat refleksi, properti, dan penukaran mata uang,” kata atlet peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad itu.

Namun, Butet mengaku pasti punya rasa kangen dan ingin mengunjungi pelatnas PBSI setelah menggeluti bisnisnya. Karena memulai latihan bulutangkis sejak sekolah dasar.

“Saya akan berbagi pengalaman dengan adik-adik di pelatnas PBSI agar regenerasi atlet bulutangkis kita lancar dan memberikan prestasi bagi¬†Indonesia,” katanya. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here