BERITABUANA, DENPASAR–Asian Workers’ Compensation Forum (AWCF) menggelar seminar dalam rangka mensinergikan kerjasama antaranggota juga untuk sharing best practice, sharing pengalaman, pengetahuan terkait dengan implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan yang kaitannya dengan era digital.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, AWCF adalah asosiasi social security kecelakaan kerja di Asia dan fokus memberikan layanan jaminan kecelakaan kerja. “Dan kini kita dihadapkan pada perubahan cepat karena revolusi industri 4.0, tentunya ini sangat berpengaruh pada sistem jaminan sosial,” tuturnya di Nusa Dua, Denpasar, Selasa (22/1/2019).

Sehubungan hal itu, ungkap Agus Susanto yang menjabat sebagai Chairman AWCF Ke-3 periode 2016-2018, pihaknya mengundang semua anggota untuk berpikir bersama mengenai strateginya dan antisipasinya dan membangun sebuah kerja sama yang kokoh antar sesama anggota. Pasalnya, dengan adanya kehadiran revolusi industri 4.0 mengubah semua tatanan jaminan sosial.

“Sehingga mau tak mau social security harus adopsi dan dengan kerja sama ini kita bisa perkuat sinergi antaranggota dan sharing sesama anggota, dan bangun inovasi dan strategi baru untuk tingkatkan pelayanan pada peserta di negara masing-masing,” kata Agus.

Mengenai isu sentral yang dibahas, menurutnya adalah perubahan yang cepat karena kehadiran revolusi industri 4.0 yang mengubah lanskap ketenagakerjaan dan jaminan sosial. Untuk itu, mau tak mau harus melakukan perubahan.

“Kita mau dengar dari negara lain bagaimana best practice di negara dan lain dan antisipasinya. Ini penting karena kalau tidak, maka ada gap antara ekspektasi dari peserta dan jaminan sosial yang diberikan,” ujar Agus.

Meski di dalamnya diciptakan sebuah tatanan ekonomi baru,  juga diciptakan ketenagakerjaan baru, namun jaminan sosial dihadapkan pada nonstandart worker yakni tenaga kerja yang tak terikat waktu, yang tak terikat tempat, tapi mereka juga pekerja. Sementara, tutur Agus, sekarang yang dijamin adalah standart worker di mana mereka memiliki waktu bekerja dan tempat kerja.

“Dengan perubahan ini bagaimana jaminan sosial di dunia menggadapi hal itu. Begitu juga layanannya kayak apa?,” jelasnya. Disinggung soal keanggotaan AWCF, Agus menyebutkan, selama dua tahun ada penambahan anggota. “Kita harap di semua negara Asia yang punya jaminan sosial bisa ikut gabung,” tandasnya. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here