BERITABUANA.CO, LUMAJANG- Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban, dan Dandim 0821 Lumajang turun langsung menemui masyarakat yang berkonflik di Dusun Uranggantung, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Jumat (18/1).

Kehadiran unsur Forkopimda ini adalah untuk meredam aksi dari warga yang telah menutup jalan sejak hari Kamis (17/1) agar tidak bisa dilalui oleh armada pengangkut pasir.

Warga yang berkumpul memang cukup banyak, sekitar 100 orang lebih berjaga di pertigaan jalan untuk mengantisipasi adanya truk yang mencoba melewati blockade dari warga tersebut. Pada awal penutupan jalan, memang sempat memanas serta terjadi adu mulut antara warga penutup jalan dengan pihak sopir truk yang berkeinginan melewati blokade ini.

Dalam beberapa hari terakhir, pihak kepolisian dari sektor Candipuro dibantu dengan Koramil Candipuro ditempatkan di wilayah tersebut untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Sesampai dilokasi, H. Toriqul Haq selaku Bupati Lumajang langsung meredam emosi warga dengan menyapa dengan ramah warga desa Jarit tersebut.

“Tenang saudara-saudaraku. Kami semua kesini untuk mencari jalan terbaik bagi kita semua. Jangan sampai permasalahan ini meluas serta menjadi konflik antar warga,” katanya.

“Saya mengerti perasaan warga, mengerti keinginan dari saudara semua. Kami dari Pemkab Lumajang telah mengusahakan jalan khusus bagi armada truk tersebut,” tambahnya.

Hitung-hitungan secara matematika, lanjut Thoriq jalan tersebut akan selesai dalam waktu 3 minggu. Maka dari itu, ia berharap warga agar menahan emosi dan sabar. “Ini adalah permasalahan yang sangat kompleks,” jelasnya.

Diketahui, Pemkab Lumajang memang telah membangun jalan sepanjang 8 Km khusus bagi armada pasir, sehingga kedepannya truk-truk bermuatan pasir tersebut tidak lagi melewati jalan desa.

Hingga saat ini, jalan tersebut telah rampung sepanjang 4.5 Km serta menyisahkan 3.5 Km. Nantinya jalan tersebut melewati pinggiran sungai serta akan tembus di jalan lintas selatan, yang merupakan proyek nasional Trans Jawa sisi selatan.

Awalnya, warga tidak mau menggubris arahan dari Bupati Lumajang tersebut, lantaran mereka takut hanya diberi janji janji saja.

Namun, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban beserta Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi pun ikut meyakinkan warga agar meredam aksi dari warga ini. Warga pun berjanji tidak akan melakukan hal diluar kendali, asalkan janji dari pemerintah dimana akan menyelesaaikan pembangunan khusus kendaraan bagi armada truk juga ditepati.

“Tak henti-hentinya saya terus menghimbau kepada warga agar tetap berkepala dingin untuk menghadapi permasalahan ini. Saya akan terus mengirim anggota saya dari Polres Lumajang untuk membackup anggota polsek Candipuro dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah Uranggantung,” katanya.

“Serahkan semua permasalahan kepada kami, parti kami juga akan memikirkan yang terbaik untuk semua pihak. Setelah jalan khusus armada pengangkut pasir selesai dalam pembangunan, maka warga disini juga akan merasakan dampak positifnya,” ucap Alumni Akpol 1998 ini.

Hindari Konflik

Terkait jalur alternatif, Kapolres mengatakan bahwa jalur iini dibangun guna menghindari konflik horizontal antara penambang dengan warga di Dusun Uranggantung, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro.

“Jalur sepanjang 8 km sudah disiapkan untuk jalur Alternatif bagi aktifitas penambang pasir dan sudah diselesaikan sejauh 4.5 Km. Jalur ini akan menjadi jalur tetap dan jauh dari pemukiman warga sehingga kegiatan penambangan tidak memberikan dampak negatif pada warga sekitar karena armada truck pasir tidak melalui pemukiman warga,” tegasnya.

“Serahkan semua permasalahan kepada kami, pasti kami juga akan memikirkan yang terbaik untuk semua pihak. Setelah jalan khusus armada pengangkut pasir selesai dalam pembangunan,maka warga disini juga akan merasakan dampak positifnya,” tutupnya. (Lmj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here