BERITABUANA.CO, BOGOTA – Serangan bom bunuh diri terjadi disebuah akademi kepolisian, di Bogota, Kolombia, pada Kamis (17/1/2019). Akibat peristiwa ‘gila’ itu, sedikitnya dikabarkan 20 orang tewas. Pada kasus ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Kejadian itu bermula ketika mobil Nissan Patrol berwarna abu-abu hendak memasuki kompleks akademi kepolisian General Santander. Saat itu dilokasi tengah digelar upacara promosi para taruna.

Ketika mobil yang ingin masuk dihentikan oleh petugas di pos pemeriksaan, pengemudi tiba-tiba menginjak gas dan menabrakkan kendaraannya ke tembok. Setelah itu mobil meledak keras dan  menghancurkan bangunan di sekitarnya.

“Suara ledakan itu memekikkan telinga, mengerikan seperti sudah diakhir dunia,” ujar Rosalba Jimenez, seorang pemilik toko di dekat akademi kepolisian tersebut, dikutip laman BBC.

Akibat ledakan itu juga, sedikitnya 68 orang mengalami luka-luka. Sementara sekitar 20 yang tewas  sudah termasuk tersangka yang berusia 57 tahun.
Presiden Kolombia Ivan Duque mengutuk serangan biadab tersebut. Ia menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari.

Sementara Jaksa Agung Nestor Humberto Martinez, menyatakan, mobil Nissan Patrol yang meledak membawa 80 kilogram pentolite. Bahan peledak itu pernah digunakan oleh kelompok pemberontak Kolombia.

Sedang surat kabar Kolombia, El Tiempo, mengatakan tersangka penyerangan tidak memiliki rekam jejak kriminal. Dia dilaporkan tinggal di wilayah Boyaca, di mana kelompok pemberontak National Liberation Army masih ada. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here