BERITAHUKUM.CO, JAKARTA – Sangat-sangat serius Tim gabungan yang menangani kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Keseriusan tersebut dibuktikan dengan sedang dipersiapkannya kantor khusus untuk tim.

Semua itu dilakukan karena saat ini tim bekerja dengan landasan khusus dengan dikeluarkannya surat tugas Kepala Kepolisian RI bernomor Satgas 3/1.HUK.6.6/2019. “Ini merupakan babak baru dalam kelanjutan kasus Novel Baswedan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (16/1/2019).

“Kini kepolisian tengah serius mengungkap pelaku kasus penyiraman penyidik KPK Novel Baswedan,” kata Argo lagi.

Argo menjelaskan, pada prinsipnya pengungkapan kasus Novel Baswedan sangat serius.  Polri ingin mengungkap siapa pelakunya, dan embet-embetannya.

Semua itu, jelas Argo, semua dilakukan di kantor khusus tersebut. Mulai dari rapat, pemecahan masalah sampai pada penyelesaian.

“Kita sudah menyiapkan  ruangan sekretariat. Ruangan sekretariat ada di  Krimum PMJ,  yang nantinya akan melakukan rapat penting. Kemudian mengagendakan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Di tengah seriusnya penyidik tangani kasus Novel. Belakangan ini kembali media sosial dihebohkan dengan beredarnya pesan executive summary (ringkasan executive) laporan pemantauan kasus Novel Baswedan.

Bahkan, pesan eksecutive summary itu juga di viralkan melalui pesan group WattsApp.

“Jadi begini, memang ada beredar Executive summary laporan pemantauan kasus Novel Baswedan, itu beredar ada di WA, dan ada juga di media sosial tersebut, tidak ada namanya,” tutur Argo. Artinya, yang ngirim namanya siapa, dan yang membuat pesan itu siapa kita belum mendapatkan informasi itu.

Untuk diketahui, berdasarkan Surat Tugas Kapolri dengan nomor Sgas 3 /1. HUK.6.6/2019, jumlah anggota Tim gabungan mencapai 65 orang.

Mereka terdiri dari KPK sebanyak enam orang, perwakilan pakar tujuh orang dan sisanya 52 dari kepolisian. Dalam tim ini Kapolri Jendral Tito Karnavian tertulis sebagai Penanggung Jawab.

Beberapa nama tokoh yang masuk dalam tim ini, antara lain, Indriyanto Seno Adji (Wakil Ketua KPK Februari-Desember 205/Guru Besar UI), Hermawan Sulistyo (akademisi), Hendardi (Setara), Poengky Indarti (mentan Direktur Eksekutif Imparsial), Ifdhal kasim (Komnas HAM 2007-2012), dan lain-lain.

Komnas HAM  pada akhir tahun lalu telah menyelesaikan laporan hasil pemantuan terhadap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Salah satu hasilnya, Komnas HAM merekomendasikan, agar Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian segera membentuk tim gabungan.

Selain itu Komnas HAM juga merekomendasikan KPK membuat langkah hukum dalam kasus penyerangan terhadap Novel. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here