BERITABUANA.CO, SUMBAWA – Gempa bumi beruntun bermagnitudo 6,9 mengguncang Pulau lombok dan Sumabawa hampir lima bulan lalu pada Minggu (19/8/2018) pukul 19.56 Wita masih menyisakan kesedihan buat korban terdampak bencana itu.

Hampir lima bulan bencana gempa dikabupaten Sumbawa besar berlalu tapi kondisi dilapangan masih sangat memperihatinkan, ungkap Anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Salamuddin Maula, kepada beritabuana.co, Senin (14/1)

Walaupun pemerintah berjanji untuk tidak tinggal diam terhadap masyarakat yang menjadi korban gempa di Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahkan berdasarkan Inpres, selama masa transisi pascagempa ini, Kementerian Sosial (Kemensos) mengupayakan para pengungsi kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing. Selain itu, Kemensos memberikan suatu dukungan berupa santunan senilai Rp 300.000 per jiwa.

“Kondisi sangat berbeda dengan dilapangan dengan janji pemerintah saat ini Korban gempa di kabupaten Sumbawa menyisakan sangat banyak persoalan seperti mereka untuk tinggal di rumah Hunian sementara (HUNTARA). Kenyadan ada yang tak mendapat jatah rumah huntara dan masih tinggal di bawah tenda yg sudah mulai robek atapnya. Tentunya mereka susah untuk dapat membeli gantinya,” jelas Salamuddin Maula, yang akrab dipanggil Jallo.

Salamuddin Maula, berbincang dengan Korban gempa

Selain itu Jallo mempertanyakan kalau masyarakat korban gempa mendapatkan buku rekening tapi kapan cairnya sampai sekarang masih jadi tanda tanya. Sampai sekarang mereka tak mendapat kepastian baik buku rekening atau yg lainnya.

“Yang bikin saya sedih, mereka hidup dalam ketidak pastian. Selain itu yang saya sesalkan pemerintah desa dan kecamatan tak pernah ada datang menjenguknya. mereka sibuk kampanye utk partai tertentu buat anaknya bapak tertentu katanya,” tanya Jallo Sedih (Lsw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here