Membedah Anatomi Otak Capres Kita (Catatan Menyambut Debat Pertama)

Oleh: Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI)

Wakil Ketua DPR RI, Fahi Hamzah.

SAHABAT, mari kita rayakan demokrasi kita. Meski kita berada dalam pilihan politik, tapi rasanya kita memerlukan para pemimpin yang istimewa. Maka, momen kampanye ini harus kita sambut dengan riang gembira.

Saya tertarik untuk menulis usulan tentang sesi Debat Pertama dengan 4 kata sebagai tema yaitu Hukum, HAM, Korupsi, Terorisme. Tema ini adalah narasi inti yang sangat mendasar dalam negara . Dugaan saya, itu sebabnya tema ini diletakkan oleh KPU di bagian awal.

Debat Pertama seharusnya digunakan oleh Capres 2019 ini untuk menarik perhatian rakyat INDONESIA tentang isu-isu besar. Harapan kita, panelis yang ditunjuk KPU pun harusnya mengerti pentingnya sesi ini. Ibarat pintu, ini sesi pembuka yang akan menentukan pertarungan ide di dalamnya.

Seorang presiden Republik Indonesia adalah pemimpin negara besar, ia memimpin penduduk dunia sebagai negara terbesar ke-4 di dunia. Ini negara demokrasi yang dari dalamnya harus mencuat kebesaran pikiran seperti yang dulu telah dimulai oleh pendiri bangsa kita.

Kita ingin melihat, calon-calon yang memiliki kemampuan berpikir kompleks, merajut capaian-capaian Presiden sebelumnya, Sukarno yang kata-katanya tidak hanya menjadi energi dan inspirasi bagi rakyatnya tapi juga mengubah wajah dunia, Hatta dalam administrasi negara dan visi ekonominya,

Soeharto yang meletakkan perangkat kelembagaan negara modern, Habibie dengan visi teknologinya, Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) dengan siasat kebudayaannya, Megawati yang memigrasi narasi negara otoriter menjadi demokratis dengan amandemen konstitusinya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang konsisten mengawal transisi demokrasi.

Penting bagi bangsa ini untuk mendengar calon pemimpinnya dalam ide-ide besar. Sebab sejatinya, pemimpin sebuah republik adalah kombinasi dari begitu banyak ilmu dan pengalaman memimpin. Ia datang dari kegemaran membaca dan bergaul antar bangsa dan dunia.

Di 2014, debat Capres terjebak menjadi lomba cepat tangkas, cerdas cermat atau bahkan kelompencapir. Pertanyaannya soal singkatan dan soal teknis persoalan, ini tidak boleh berulang sebab ini bukan memilih menteri atau walikota, ini kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Apa makna dari konsep negara hukum? Apa posisi kedaulatan rakyat dan HAM dalam hukum? Bagaimana negara hukum itu terbentuk dan menjadi harapan? mengakhiri korupsi dan berapa lama waktu yg diperlukan? demikian juga dengan terorisme dan narkoba? presiden adalah pemimpin orkestra.

Orang yang disumpah oleh rakyat Indonesia untuk memberantas korupsi adalah Presiden, bukan KPK, yang disumpah untuk menjaga HAM bukan Komnas HAM, yang disumpah untuk menjaga rasa aman dari terror bukan BNPT, yang disumpah untuk menjamin jaminan sosial, bukan BPJS. Semua tugas presiden.

Presiden memegang tongkat komando atas keberlangsungan hidup seluruh manusia Indonesia, memegang kendali atas birokrasi sipil dan militer, mengelola dan mendistribusi tiap rupiah dari APBN, maka Presiden harus memiliki pikiran besar, dia tak hanya seorang leader tapi juga manajer.

Presidensialisme adalah paham yang meletakkan tanggung jawab utama atas segala persoalan di tangan Presiden, Ia adalah CEO dari seluruh cabang kekuasaan. Jangankan korupsi di DPRD, bahkan Orang Utan yang mati dibelantara Kalimantan adalah kesalahan Presiden, demikianlah Presidensialisme.

Pemimpin baru Indonesia harus datang dengan hati bersih, lalu bersiap membawa bangsa ini terbang dan mencengkram dunia. Menjadi solusi bagi segala kompleksitas persoalan manusia modern, rakyat harus mengetahui jelas isi otak dari calon pemimpin kita dalam Debat Pertama.

Maka tema awal dari debat capres ini akan menjadi pintu pembuka, untuk membedah anatomi dari otak calon, melihat cara pandang mereka dalam menangkap gambar besar dari persoalan, dan bagaimana cara mereka membawa rakyat Indonesia keluar dari persoalan.

Pemimpin jangan dikerangkeng dengan pertanyaan kecil yang membuatnya tidak nampak punya kemampuan menuntaskan masalah negara. Maka Debat Pertama akan menjadi undangan apakah pertunjukan ini akan menjadi momen bersama anak bangsa seterusnya seperti piala dunia.

Mari kita siapkan diri, tanggal 17 Januari nanti. 17 Januari 2019 adalah Debat Pertama dan yuk nonton Debat Capres bersama. Semoga 2019 awal perubahan segera datang. Bismillah! ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *