BERITABUANA.CO-JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, mengerahkan kapal patroli KPLP KNP. Kalimasadha-P.115 dari pangkalan PLP Tanjung Uban untuk membantu proses penyelamatan anak buah kapal (ABK) akibat musibah kecelakaan antara kapal tanker berkebangsaan Hong Kong, MT. Antea dengan kapal khusus pekerjaan kabel bawah air berkebangsaan Vanuatu, MV. Star Centurion di Utara Tanjung Berakit, Pulau Bintan.

“Saat ini KNP. Kalimasadha-P115 telah berada di lokasi terbaliknya MV. Star Centurion bersama dengan 3 kapal lain yang standby di titik lokasi kejadian, yaitu MV. Marina Onyx, MV. Maju Sun, dan MV. Swiber Anna,” ungkap Dirjen Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, Senin (14/1) di Kemenhub.

Dikatakan, KNP. Kalimasadha-P115 bergerak menuju titik lokasi MT. Antea, lebih kurang 8 nautical miles dari titik lokasi ke arah utara. Sedangkan posisi MV. Star Centurion pada saat ini telah terbalik dan tenggelam.

“Kapal dipastikan telah dikosongkan dan tidak ada personil yang berada di dalam kapal.” Jelas Agus. Menurutnya, 22 orang kru kapal Centurion telah dievakuasi dengan selamat dengan bantuan dari Maritime and Port Authority (MPA) Singapore. Sebuah perusahaan jasa tunda pelabuhan di Singapura, Keppel SMIT Towage, dilibatkan untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi badan kapal,” papar Agus.

Lebih lanjut, tutur Agus, SMIT akan bekerjasama dengan mengerahkan Tug Boat PACIFIC VALOUR (bendera Indonesia/IMO 9443516) menuju lokasi kejadian, membantu proses penyelamatan kapal MV. Star Centurion.

Dikemukakan, MV. Star Centurion sendiri merupakan kapal asing jenis Pipe Laying Barge yang digunakan oleh PT. Timas Samudera Indonesia untuk kegiatan lain yang tidak termasuk kegiatan mengangkut penumpang dan/atau barang dalam kegiatan angkutan laut dalam negeri.

“Persetujuan penggunaan kapal asing ini dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP. 33 Tahun 2019. Persetujuan ini dikeluarkan dengan pertimbangan untuk mendukung kepentingan nasional, yaitu untuk proyek migas pengembangan lapangan TSB fase 2  blok Kangean Jawa Timur untuk menambah produksi gas dari blok Kangean sebesar 233 BCF yang akan disalurkan ke Jawa Timur,” kata Agus.

Agus menambahkan, bahwa saat ini penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). Namun demikian, pihaknya sangat menyesal dan menyayangkan terjadinya kecelakaan yang melibatkan dua kapal tersebut. 

Agus mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi laut untuk menjadikan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama. “Patuhi aturan yang berlaku dan perhatikan sarana bantu navigasi pelayaran yang ada, karena keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Dirjen Agus. (yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here