BERITABUANA, YOGYAKARTA – Merti Deso di Padukuhan Ringinsari, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman Yogyakarta, Sabtu (12/1/2019), dimeriahkan pagelaran Wayang Kulit semalam Suntuk.

Pergelaran Wayang Kulit Merti Deso atau resik resik dusun ini menampilkan dalang seorang jenderal yang nota bene mantan Kepala Badan SAR (Basarnas), Marsdya TNI (Purn) Felicianus Henry Bambang Sulistyo, S.Sos. Ia dikenal sebagai dalang tiban alias dalang tanpa bayaran. Sang jenderal  membawakan lakon ‘Wahyu Purbaningrat’. Sedang 8 pesinden, yang ikut mengiringinya, satu di antaranya berasal dari negara Sakura atau Jepang, yakni Hiromi Kano.

Salah satu pesinden berasal dari Jepang

Menurut Bambang, ia dengan senang hati dan merasa mendapat kehormatan untuk tampil menghibur warga RW 49 Ringinsari, Maguwoharjo Jogja, kendati tanpa bayaran.

Bahkan, Bambang mengajak warga setempat khususnya dan generasi muda pada umumnya untuk ikut nguri uri guna melestarikan budaya yang Adiluhung peninggalan para leluhur.

Ia pun menyatakan siap kapan saja ditanggap untuk tampil ngedalang demi melestarikan wayang kulit. Sebab, kesenian wayang kulit ini sudah merambah ke seantero dunia.

“Orang mancanegara banyak yang belajar jadi dalang dan pesinden. Mosok kita yang memiliki budaya ini kalah dan mau melupakan. ini kan ironis. ayo kawula mudo kito lestarikan wayang kulit,” ajak Bambang saat berbincang dengan media ini, Sabtu (12/01/2019).

Bambang sendiri mengaku ngedalang merupakan kegemarannya sejak usia muda. Kini untuk menyalurkan hobinya selain punya hobi kuda yang juga sering menyabet juara kontes kuda, memiliki seperangkat wayang kulit lengkap dengan gamelan serta sound system.

Hadir dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk, utusan dari Kecamatan Depok, Polsek Depok Timur, perangkat Desa Maguwoharjo, tokoh masyarakat, warga Padukuhan Ringinsari, Kradenan, Ngawen, Tobong, Nanggulan, Karang Ploso dan Sambilegi. (Tete)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here