Majukan Persepakbolaan Nasional, Neta: Saatnya Figur Polri Pimpin PSSI

BERITABUANA, JAKARTA -Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane melihat bahwa kehadiran Klub Bhayangkara FC dalam persepakbolaan nasional tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurutnya, klub sepakbola binaan polri itu sudah berhasil menunjukkan prestasinya. Tidak hanya prestasi di lapangan hijau tapi juga prestasi dalam pembinaan maupun manajemen.

Jika klub lain ada yang kedodoran dalam penanganan manajemen, terutama dalam menggaji personilnya, Bhayangkara FC tidak pernah mengalaminya.

Melihat perkembangan Bhayangkara FC ini sudah saatnya insan sepakbola nasional mencermati fenomena sepakbola binaan polri itu. Apalagi saat ini sepakbola nasional tengah didera masalah serius, yakni bercokolnya mafia pengaturan skorer dan mafia suap, yang menggerogoti prestasi sepakbola nasional.

“Kasus mafia pengaturan skorer itu makin menunjukkan ketidakmampuan ketua umum PSSI dalam membina sepakbola nasional. Bagaimana pun kasus mafia skorer tidak boleh ditelorir. Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab dan harus segera diganti,” kata Neta S Pane kepada www.beritabuana.co, Sabtu (12/1/2019).

Melihat kenyataan ini, lanjut Neta, sudah saatnya pimpinan Bhayangkara FC diberi kesempatan menjadi Ketum PSSI. Banyak keuntungan yg bisa diraih, jika Ketum PSSI dari Bhayangkara FC. Antara lain mafia skorer akan berfikir ulang jika ingin beraksi.

Selain itu keterlibatan Bhayangkara FC di dalam liga Indonesia tentu membuat para pengelolanya paham betul siapa saja mafia bola di PSSI sehingga akan gampang menyapu dan menciduknya

Selama ini, lanjut Neta, mafia bola di PSSI seakan tak tersentuh. Isu pengaturan skor, isu suap, dan isu perjudian bola hanya menjadi buah bibir yang semakin merusak prestasi sepakbola nasional.

Indonesia hanya menjadi negara besar yang menjadi pecundang di dunia sepakbola akibat ulah mafia bola.

Kini polri sudah bergerak membersihkannya, meski baru menyentuh kulit-kulitnya. Aktor-aktor besar di balik mafia bola itu belun tersentuh.

“Jika figur polisi yang menjadi Ketum PSSI atau pengelola Bhayangkara FC yang ikut memimpin PSSI tentu akan lebih bisa menyapu bersih mafia bola dari PSSI dan seluruh lapisan organisasi sepakbola nasional. Dengan demikian diharapkan sepakbola Indonesia bisa menunjukkan taring prestasinya,” tutup Neta. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *