BERITABUANA, JAKARTA –  ‎Ratusan perwakilan dari Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Jumat (11/1) berkesempatan bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Ketua PGSI menyampaikan tiga harapannya kepada Jokowi pertama kesejahteraan, ‎sertifikasi dan impassing‎.

“‎Ada banyak usulan dari bapak dan ibu guru. Pertama soal profesionalisme dan kesejahteraan. Kami PGSI berjuang lama ingin jadi PNS. Kami paham ini terkait regulasi yang ada‎. PGSI siap untuk seleksi PNS,” ucap perwakilan dari Ketua PGSI.

Harapan lainnya, para guru swasta ini ingin ‎adanya kemudahan dalam sertifikasi dan impassing. Pasalnya apabila mereka telah mengikuti sertifikasi dan impassing, maaka gaji mereka akan setara dengan Upah Minimum Regional bukan lagi Rp 50-500 ribu per bulannya.

“Kami pahami Pak Presiden, bagi guru yang belum bersertifikasi, maaf, gajinya pasti ‎jauh dari kelayakan. Tapi kami guru swasta tidak cengeng. Kami tetap komit mendidik dan mencerdaskan bangsa,” tuturnya.

Usai mendengarkan curahan guru swasta di Istana Negara, Presiden Jokowi mengaku miris karena masih ada guru yang gajinya sangat kecil.

“Bapak Ibu sekalian, terima kasih sebesar-besarnya atas pengabdian dan rasa berkorban bapak ibu sekalian karena telah sabar mendidik generasi muda tanpa pamrih,” ujar Jokowi.

“Tadi saya dengar dari Pak Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), masih ada yang gajinya Rp 300-500 ribu. ‎ Dalam hati saya tidak percay, tapi kalau yang ngomong Pak Ketua, ya saya harus percaya bahwa memang masih ada. Peran bapak ibu mendidik generasi muda sangat penting, pendidikan adalah pintu untuk kemajuan,” papar Jokowi.

Oleh sebab itu, saya ingin menyelesaikan persoalan tadi. “Saya tidak tahu kenapa tidak rampung-rampung dan tidak selesai-selesai. Problemnya ada dimana,” tutup Jokowi. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here