BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Sunarta berjanji, pihaknya akan segera menuntaskan kasus korupsi penyelewengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Jatim cabang Jombang senilai Rp 12,7 miliar.

“Secepatnya berkas perkaranya kami tuntaskan agar segera disidangkan,” kata Sunarta saat dikonfirmasi, Kamis (10/1).

Dalam kasus ini penyidik menetapkan Siswp Iryana sebagai tersangkanya. Siswo merupakan anggota DPRD Jombang periode 2009-2014 dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).

Siswo terjerat kasus ini ketika dia mengajukan KUR untuk 55 debitur. Dari jumlah itu, pengajuan KUR yang diterima sebanyak 33 debitur dengan total dana yang cair sebesar Rp12,7 miliar.

Debitur yang diajukan Siswo untuk mendapat KUR tidak pernah menerima dana itu seperti yang diajukan tersangka. Selain itu, Siswo tidak berhak menerima KUR karena yang bersangkutan tidak memenuhi kualifikasi memperoleh fasilitas kredit dari Bank Jatim.

Dalam kesempatan itu Kajati Jatim Sunarta mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada dua orang saksi yang diduga terlibat dalam kasus itu. Kedua saksi itu adalah Wulan Suhardi dan Aminah Sholihah yang merupakan Anggota DPRD Jombang periode 2009-2014. Sayangnya, kedua saksi tidak pernah memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut.

“Sejauh ini kami belum menetapkan status cekal. Kami tetap mengedepankan itikad baik. Semoga yang bersangkutan kooperatif,” tukas Sunarta.

Kasus ini merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Agung Nomor :42/Pid.Sus/TPK/2016/PN Sby dengan terdakwa Penyelia Operasional Kredit di Bank Jatim Cabang Jombang Heru Cahyo Setiyono.

Dalam putusan itu disebutkan ada beberapa oknum anggota DPRD Jombang periode 2009-2014 yang diduga terlibat korupsi KUR Bank Jatim Cabang Jombang. Salah satu modus dari korupsi ini adalah mengatasnamakan orang lain untuk mendapat KUR. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here