Kapolres Lumajang Berikan Penghargaan Anggota yang Sigap Lerai ‘Carok’

BERITABUANA, LUMAJANG-Polres Lumajang mengadakan upacara pemberian ‘reward’ kepada anggota jajaran Polres Lumajang yang berprestasi. Mereka adalah anggota Polsek Tempeh, Aipda Dimas Adji selaku Bhabinkamtibmas Desa Lempeni serta Bripka Rino yang merupakan Bhabinkamtibmas Desa Besuk.

Mereka berdua berhasil melerai aksi carok sehingga mereka yang bentrok dalam perkelahian ini berhasil diselamatkan, meski harus dilarikan menuju Rumah Sakit.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan sangat bangga terhadap pencapaian anggotanya. “Meskipun ini adalah tugas pokok kita sebagai anggota Polri untuk menjaga kondusifitas wilayah, namun tetap saja saya sangat mengapresiasi respons cepat rekan rekan yang berada di lapangan,” ujar AKBP Arsal.

Lebih lanjut, pria kelahiran tahun 1977 ini berharap akan muncul anggota berprestasi yang lain. “Meskipun ini bukan sebuah ajang perlombaan, saya berharap akan banyak bermunculan anggota Polri yang berprestasi sehingga menjadikan motivasi agar Polri dalam mengemban tugas sehari hari semakin baik lagi,” tegas Kapolres.

Antisipasi Dini

Terpisah, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM mengapresiasi tindakan Satuan Lantas yang antisipatif terjadinya kecelakaan ini. “Meskipun Lumajang ini cukup jarang terjadinya kecelakaan antara Kereta Api dengan kendaraan biasa seperti mobil ataupun motor, namun tetap saja kami melakukan antisipasi sedini mungkin kejadian tersebut,” kata Arsal.

Hal itu disampaikan Kapolres menanggapi langkah Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang, AKP I Gede Putu Atma Giri bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang yang mengecek langsung beberapa titik perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi palang pintu tersebut.

Ia pun berharap tingkat kecelakaan di jalanan, khususnya di wilayah hukum Polres Lumajang dapat menurun dari tahun kemarin. “Pastinya harapan saya tahun ini korban meninggal dapat turun dari tahun 2018. Jangan sampai keluarga kita terjatuh hingga meninggal di jalanan,” tutup Kapolres.

Diketahui, di wilayah Lumajang sendiri terdapat 30 titik perlintasan kereta api dengan rincian 13 berpalang pintu, sedangkan 17 belum terpasang palang pintu pengaman bagi pengguna jalan yang akan melintasi rel kereta tersebut. Ke-30 perlintasan kereta api baik yang terpasang maupun tidak terpasang ini tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Lumajang, yakni Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Randuagung serta Jatiroto. (Mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *