BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Retail & Capital Market PT Danareksa Sekuritas, Sujadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada debitur PT Evio Sekuritas yang merugikan keuangan negara sekitar Rp100 miliar.

“Benar, penyidik sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur PT Danareksa Sekuritas, Sujadi sebagai saksi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri, di Jakarta, Kamis (10/1).

Selain memeriksa Sujadi, Kejagung juga menggarap Satrio Hadi Waskito mantan head of priority client PT Danareksa dan juga 2 pegawai lainnya, yakni Hendra Asril dan Heri Iswandi sebagai saksi. “Semuanya diperiksa sebagai saksi,”ujar Mukri.

Meski belum ada satupun yang dijadikan tersangka, Mukri mengungkapkan pihaknya telah memeriksa puluhan orang sebagai saksi.

“Penyidik masih terus memeriksa para saksi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Sabar saja, kalau sudah cukup bukti, kita akan beberkan ke media massa,”ujarnya

Mantan wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jogjakarta ini juga menjelaskan kasus tersebut berawal pada tahun 2013 sampai 2015, PT Danareksa (Persero) dan empat entitas anak perusahaannya telah memberikan fasilitas pinjaman (pembiayaan) kepada debitur perusahaan swasta.

“Pemberian pinjaman dan/atau kerja sama tersebut diduga telah terjadi perbuatan melawan hukum/pelanggaran prosedural dalam pelaksanaannya yang dilakukan PT Danareksa (Persero) dan entitas anak perusahaannya,”katanya. Atas kejadian tersebut, sambung Mukri, negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp100 miliar. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here