Kejari Surabaya Eksekusi Mantan Ketua DPRD Jatim

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Meski sempat diwarnai aksi perlawanan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya akhirnya berhasil menangkap terpidana mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Wisnu Wardhana, terkait kasus pengalihan aset PT. Panca Wira Usaha Jawa Timur (Badan Usaha Milik Daerah/BUMD) dengan kerugian keuangan negara kurang lebih senilai Rp 11 Milyar,

Penangkapan terhadap terpidana Wishnu Wardhana tersebut dalam rangka pelaksanaan eksekusi untuk menjalani pidana sebagaimana putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1085 K/Pid.sus/2018 tanggal 24 september 2018 yang amarnya menyatakan menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta.

“Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan dan pidana uang pengganti sebesar Rp.1.566.150.733 subsidiair 3 tahun penjara,” ujar Dr Mukri, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/1).

Dijelaskan Mukri, penangkapan yang dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Teguh Darmawan, di Jalan Raya Kenjeran Surabaya, itu sempat diwarnai aksi perlawanan oleh Wisnu Wardhana dengan cara menabrakkan mobilnya ke motor petugas yang hendak menangkapnya.

“Namun berkat kegigihan tim intelijen dan pidana khusus yang dipimpin Kajari Surabaya akhirnya berhasil menangkap terpidana Wisnu Wardhana yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” jelas Mukri

Seperti diketahui putusan Mahkamah Agung menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsider enam bulan penjara, serta mewajibkan Wisnu Wardhana membayar uang pengganti sebesar Rp1.566.150.733, subsider tiga tahun penjara.
Putusan Mahkamah Agung tersebut jauh lebih berat dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada April 2017 lalu yang memvonis Wisnu 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, serta uang pengganti senilai Rp1,5 miliar. Sedangkan Pengadilan Tinggi Jawa Timur malah hanya menjatuhkan vonis satu tahun penjara.

Dalam perkara tersebut Mahkamah Agung menyatakan Wisnu terbukti secara bersama-sama melakukan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp11 miliar atas pelepasan aset BUMD Jatim di wilayah Kediri dan Tulugangung pada tahun 2013.

Perkara ini sebelumnya juga telah menyeret Direktur Utama PT PWU Dahlan Iskan yang oleh Pengadilan Tipikor Surabaya pernah divonis dua tahun penjara dan denda Rp200 juta. Dahlan Iskan yang menjalani tahanan kota kemudian dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Kejati Jatim telah mengajukan kasasi atas perkara yang menjerat mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara itu dan saat ini masih menunggu putusan Mahkamah Agung. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *