BERITABUANA, BAUBAU – Pelaksanaan e-ticketing dan x-ray auto gate di Pelabuhan Murhum Baubau yang telah diuji coba sejak 18 Desember 2018 terus disosialisasikan kepada para pengguna jasa agar pelaksanaannya berjalan optimal.

Kabag Oganisasi dan Humas Ditjen Laut, Gus Rional kepada beritabuana, Selasa (8/1/2019) menyatakan bahwa Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Baubau, Subagiyo telah memberlakukan pelaksanaan e-ticketing dan x-ray auto gate di Pelabuhan Baubau.

“Memang sedikit banyak mempengaruhi jadwal keberangkatan kapal yang disebabkan oleh kebiasaan masyarakat/calon penumpang yang baru masuk secara bersamaan di ruang tunggu sehingga menyebabkan antrian yang panjang,” ungkap Subagiyo.

Untuk itu, tutur Subaiyo, pihaknya terus mengimbau dan mensosialisasikan kepada pengguna jasa agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik sehingga tidak menimbulkan antrian yang panjang di depan x-ray.

Dikatakan, sebagai tindak lanjut atas penetapan Pelabuhan Baubau sebagai salah satu lokasi Pelabuhan Percontohan (Pilot Project), Pelabuhan Murhum Baubau telah dilengkapi dengan peralatan pemeriksaan penumpang beserta barang bawaan dengan x-ray dan metal detector yang sudah dilaksanakan secara penuh dari area publik ke area terbatas pelabuhan (ruang tunggu).

“Saat ini di Pelabuhan Baubau telah terpasang peralatan x-ray beserta sistemnya sebanyak dua line serta telah memiliki 15 orang SDM operator x-ray dan metal detector bersertifikat yang telah dilatih oleh vendor yang ditunjuk Direktorat Kepelabuhanan,” papar Subagiyo, setaya menyebutkan pula peralatan e-ticketing auto gate sudah terpasang dua line dari rencana enam line beserta server dan sistem e-ticketing juga sudah terpasang.

Subagiyo mengungkapkan, sampai dengan saat ini terdapat 4 perusahaan/operator kapal penumpang yang secara bertahap sudah melakukan integrasi sistem dalam satu server yang dibangun oleh Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, yaitu PT. Pelayaran Dharma Indah, PT. Aksar Saputra Lines, PT. Mitra Cipta Sombu, dan PT. Ukiraya Lines. Sementara untuk PT. Pelni dan PT. Dharma Lautan Utama, proses integrasi sistemnya dilaksanakan oleh kantor pusat masing-masing.

Menurutnya, upaya lain yang telah dilakukan UPP Baubau, yakni dengan melakukan sterilisasi dan pembenahan kebersihan pelabuhan dari sampah, melalui pendekatan persuasif terhadap pedagang untuk terus menjaga kebersihan lingkungan pelabuhan baik daratan maupun perairan.

“Selain aspek kebersihan, kami juga akan melakukan penataan area terminal penumpang dengan pagar-pagar pembatas sehingga mampu menambah kapasitas jalur anterian penumpang yang akan masuk ke x-ray auto gate,” tutur Subagiyo.

Agar pelaksanaan sistem baru di pelabuhan Baubau berjalan dengan baik, tambah Subagiyo, pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara terus menerus, mengusulkan penambahan jumlah line auto gate e-ticketing minimal 4 line dan kapasitas server serta menyusun SOP pelayanan penumpang dan barang.

“Saat ini kami juga sedang menyusun SOP tentang pelayanan penumpang dan barang di Pelabuhan Murhum BauBau agar pelaksanaan sistem baru di pelabuhan ini berjalan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku,” pungkas Subagiyo. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here