Inkopol Terjun ke Dunia Bisnis Daring, Ciptakan PADI

BERITABUANA, JAKARTA – Induk Koperasi Kepolisian (Inkopol) meluncurkan organsiasi Perkumpulan Angkutan Daring Indonesia (PADI). Kelompok ini khusus mewadahi para pengemudi online yang ada di Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan pemerintah wajib untuk mendukung kegiatan daring ini karena memberikan kemanfaatan yang luar biasa kepada masyarakat, kesempatan kerja, dan memastikan konektivitas terjadi secara kreatif.

“Kami akan mengawal Peraturan Menteri (PM) Nomor 108 yang sudah dibuat. Kita juga sedang membuat peraturan terkait ojol dan kita akan konsisten melakukan upaya pembinaan bagi pengemudi pengusaha dan pengguna,” kata Budi di Gedung Inkopol, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Budi yakin, Ini suatu kolaborasi dan komunikasi yang baik, segala sesuatu bisa kita selesaikan dengan baik. PADI mampu menyerap lapangan kerja lebih banyak, terutama di kalangan pengusah angkutan online.

“Karena ini orang-orang profesional, maka sejalan dengan perusahaan-perusahaan aplikasi, itu dengan inovasi pasti ada ruang baru untuk perusahaan. Tidak mesti sebagai pengemudi, seperti UKM Food (makanan) itu kan luar biasa banyak sekali. Nanti ada tukang pijit atau yang mengirim barang dan lainnya,” katanya.

Di tahun 2019 ini, angkutan berbasiskan online akan semakin mendominasi.

“Menurut saya akan makin diminati karena masyarakat itu semakin cerdas dan IT atau digital minded. Jadi apa-apa itu serba digital. Selama ini ya ekstrim aja lah, soal makanan. Sekarang mereka (belinya) enggak pergi, dari rumah aja. Pesan, bisa berkegiatan yang lain, makanan udah datang, dan massif itu. Omset UKM itu naiknya drastis. Saya soalnya punya warung juga. Naik 30-40 persen, luar biasa dengan adanya daring. Jadi ruang tokonya itu bisa kecil tapi omset daringnya 40 persen, berarti terjadi efisiensi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PADI Irjen Pol Purnawirawan Mudji Waluyo mengatakan, perkembangan daring perlu ada wadahnya. Hal ini mencakup daring darat, laut hingga udara. Semua anggota yang memanfaatkan daring untuk keperluan usaha bisa menggunakan hal ini.

“Karena itu, perlu kami bentuk perkempulan angkutan daring Indonesia yang memiliki legalitas SKEP Menkumham. Sehingga sah keberadaanya,” katanya

Saat ini, lanjut Mudji, PADI memikirkan payung hukum khususnya ojek dan mobil online.

“Fungsi utama kami mewadahi semua aspirasi khususnya aspirasi perusahaan dan pengemudi daring. Sehingga memiliki Hubungan Tata Cara Kerja yang benar,” jelasnya.

“Melalui organisasi PADI ini, kami fasilitasi untuk menyelesaikannya. Ini fungsi memfasilitasi, memediasi, memberikan pendampingan terbatas terhadap anggotanya jika diperlukan,” kata mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini.

Mudji yakin, melalui kegiatan ini, mereka akan meningkatkan angka kesadaran bagi pengendara online agar tertib terhadap aturan.

“Enam bulan pertama, PADI difokuskan di DKI. Lihat perkembangannya akan berjalan. Bisa saja nanti di luar Jakarta karena daring digunakan di semua kota besar. Program regulernya kami terima masukan anggota melalui registrisasi. Sampai saat ini belum ada ya, mungkin abis jam ini akan berjalan,” jelasnya.

Acara peresmian ini dihadiri beberapa pejabat seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kakorlantas Irjen Refri Andri dan Ketua Umum PADI Irjen (Purn) Mudji Waluyo.(CS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *