Politisi PKS, Fahri Hamzah. (Dok. Aldo)

Twitter @Fahrihamzah 6/1/2019

BANYAK pimpinan PKS yang memakai narasi “Mereka Cari Makan di PKS”. Begitu cara mereka menghancurkan moral kader terutama yang kritis.

Mereka lupa sebelum pimpinan ini ada, seluruh waktu terbaik kader dipakai membesarkan partai. Termasuk bayar iuran, dll. Sekarang, Pimpinan PKS mengembangkan paham bahwa pimpinan itu gak mungkin salah.

Kader yang kritis dianggap punya agenda asing, ada yang dituduh agen luar, membawa pikiran baru, atau bahkan berkomplot menghancurkan partai. Padahal mereka sendiri yang sedang menghancurkan.

Loh ini yang lagi mimpin siapa? Kalau Pimpinan PKS hatinya bersih gak mungkin saya dibohongi (untuk) islah berkali-kali. Gak berani berhadapan. Suka maksa. Bikin doktrin tertutup, “Pimpinan tahu banyak aib mereka, kalau mau mereka bisa hancur”. Itu senjatanya, sambil kader dilarang bertanya.

Kader PKS sekarang mulai cerdas. Ternyata begini kelakuan pimpinan. Sambil menikmati jabatan untuk kepentingan pribadi dengan cover “kepentingan jamaah”. Mereka kira kader gak tahu apa yang mereka lakukan dalam koalisi? Menyingkirkan orang yang berbeda. Gagal dan buang badan.

Ayolah dewasa kawan Pimpinan PKS, kita mau memenangkan agenda umat dan bangsa tidak bisa dengan sikap kekanak-kanakan dan feodal. Kita harus bisa mengelola ego dan emosi kita. Agenda bangsa tidak bisa dikelola dengan perasaan baperan. Kasihan yang potensial jadi hilang.

Sekarang, dibawah Pimpinan PKS yang sekarang barisan berantakan dan pasukan kocar-kacir masih juga nyalahin kader? Terus kapan pimpinan salah? Sampai hari ini dah mau tempur masih melakukan pemecatan? Partai apa kayak gini? Sadarlah kawan. Merunduklah. Jagalah hati.

Pimpinan PKS banyak yang marah karena lahirnya GARBI (Gerakan Arah Baru INDONESIA). Memang banyak kader PKS ikut mendirikan. Bagaimana orang gak pergi, lah orang diusir. Saya mana pernah mau pergi, diusir kok. Semua kewajiban saya masih berikan padahal harusnya dah gak perlu.

Jadi, Pimpinan PKS sadarkan diri dan Kader PKS harus berani bikin kritik. Nama PKS itu ada “keadilan” sementara kenyataannya banyak “kezaliman”. Orang dipecat hanya karena bikin tersinggung pimpinan. Menyimpang dari garis partai gapapa asalkan pimpinan gak marah.

Itu yang terjadi dengan banyak kader utama yang menjabat sekarang. Saya pejabat publik, dipecat sederhana ya karena Pimpinan PKS tersinggung sama saya. Saya gak ada salah apapun, itu yang saya buktikan di pengadilan. Sampai kasasi dan incrackh. Pimpinan masih tersinggung.

Sementara coba periksa 3 gubernur yang berasal dari PKS. Yang paling lucu itu Pilkada Maluku Utara. Kader senior (anggota ahli) saudara kandung berantem di publik merebut rekomendasi Pimpinan PKS. AGK vs MK, rekomendasi jatuh ke tangan MK. AGK marah lalu dukung merah.

Banyaklah, gak bagus dibuka semua. Tapi intinya, ini partai yang telah kita dirikan dan perjuangkan dengan air mata dan keringat banyak orang hanya berdiri untuk menyelenggarakan ego pimpinan. Itulah kesedihan saya. Akhir pekan yang indah ini. Sekian. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here