BERITABUANA, LUMAJANG- Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH menegaskan akan tetap memproses kedua pelaku yang telah duel carok karena memperebutkan seorang janda pada Jumat (4/1) kemarin.

Hal itu disampaikan Kapolres usai menjenguk kedua pelaku di RSUD DR Haryoto, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (6/1).

“Proses hukum akan terus berjalan. Mereka berdua telah melanggar pasal 184 KUHP ayat 3 dengan ancaman 4 tahun Penjara,” kata Kapolres lewat keterangannya.

“Mereka juga melakukan carok karena pengaruh minuman keras, sehingga mereka berdua tak bisa berfikir dengan jernih. Itulah salah satu faktor mengapa saya sangat gencar memberantas peredaran Miras di wilayah Lumajang,” tegas Arsal.

Ia lalu menjabarkan pasal 184 KUHP yang berbunyi (1) “Seseorang diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, jika ia dalam perkelahian satu lawan satu itu tidak melukai tubuh pihak lawannya”.

(2) “Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan empat bulan, barang siapa melukai tubuh lawannya. (3) “Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun, barang siapa melukai berat tubuh lawannya”.

Dan, (4) ;Barang siapa yang merampas nyawa lawannya, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, atau jika perkelahian satu lawan satu itu dilakukan dengan perjanjian hidup atau mati, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun”.

Diketahui, Hari Jumat (4/1) kurang lebih pukul 21.00 WIB, Polsek Tempeh dikagetkan adanya laporan dari beberapa warga yan melihat adanya perkelahian antar warga dengan cara saling bacok menggunakan celurit alias Carok.

Perkelahian itu melibatkan S alias T (40) diketahui sopir pasir dengan alamat Kedungpakis, Pasirian, dengan Lumajang dan MF (30) yang juga sopir truk pasir, Selok Awar-awar, Pasirian, Lumajang.

Laporan sendiri dilakukan oleh ZA (50) selaku perangkat desa, dusun Kalipancing, desa Lempeni , Kecamatan Tempeh bersama dua orang lainnya yaitu K dan Z. Keduanya staf desa Lempeni.

Aipda Dimas selaku Babinkamtibmas bersama Bripka Rino Ka SPKT Polsek Tempeh langsung mendatangi lokasi kejadian. Benar saja ditemui ada dua warga yang sedang sengit bertarung dengan membawa celurit ditangan sambil bercucuran darah pada tubuh keduanya.

Tanpa pikir panjang senjata api diletuskan oleh petugas sebagai peringatan agar keduanya berhenti dan seketika kedua warga tersebut berhenti, keduanya langsung roboh karena luka yang diderita cukup serius dan darah banyak yang bercucuran keluar. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here