BERITABUANA, ANKARA – Keputusan India untuk mendeportasi kelompok kedua pengungsi Rohingya, masyarakat Muslim Myanmar yang dirundung malang, disesalkan Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR).

UNHCR di dalam satu pernyataan satu keluarga pencari suaka Rohingya dari Negara Bagian Rakhine, yang terdaftar di UNHCR di India, dikirim pulang ke Myanmar pada Kamis (3/1). Setelah ditahan di Negara Bagian Assam, India, tempat mereka telah menjalani hukuman penjara sejak 2013 karena memasuki India secara tidak sah.

Sejak mereka memasuki negara itu secara tidak sah kelima orang Rohingya tersebut, termasuk dua perempuan, telah tinggal di satu kamp tahanan buat orang asing di Sonitpur, Assam. Badan PBB itu menyatakan UNHCR tidak menerima tanggapan apa pun dari pemerintah di India ‘berkaitan dengan permintaan akses ke semua orang’.

“Ini peristiwa kedua semacam itu sejak Oktober 2018. Saat India memulangkan tujuh orang Rohingya ke Negara Bagian Rakhine di Myanmar, yang kondisi di sana tidak kondusif bagi mereka untuk pulang,” kata UNHCR, Sabtu (5/1).

Jadi, badan PBB tersebut tak bisa menilai apakah pemulangan itu sukarela atau tidak.

“UNHCR terus meminta akses dan mengupayakan penjelasan mengenai kondisi saat pemulangan telah berlangsung,” katanya.

Pernyataan itu juga mengatakan ada sebanyak 18.000 pengungsi Rohingya yang terdaftar di UNHCR di India. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here