BERITABUANA, JAKARTA- Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI Pramono Ubaid Thantowy mengatakan agenda Debat Calon Presiden-Calon Wakil Presiden yang akan digelar adalah untuk mengedepankan penyampaian gagasan bukan pertunjukan.

“Debat kandidat bukanlah acara kuis atau ‘reality show’ yang penuh tebak-tebakan. Bukan itu substansinya. Yang lebih dibutuhkan pemilih adalah gagasannya, visi-misinya, bukan shownya,” kata dua di Jakarta, Minggu (6/1).

Meski begitu, lanjut dia, KPU bukan berarti sama sekali mengabaikan aspek pertunjukannya karena bagaimana pun, debat kandidat adalah kegiatan yang disiarkan secara luas oleh stasiun TV.

Sebab itu, soal-soal yang diberikan tidak sepenuhnya terbuka. Menurutnya, KPU juga akan mengkombinasikan metode setengah terbuka dan tertutup.

Bahkan katanya, untuk setiap segmen, KPU menggunakan metode setengah tertutup, yakni masing-masing pasangan calon diberikan 5 soal yang sama dan masing-masing pasangan calon akan diundi untuk mengambil salah satu di antara 5 soal itu.

“Jadi, bukan dikasih tahu 1 soal seminggu sebelumnya yang pasti akan ditanyakan dalam debat. Karena itu maka setiap paslon harus tetap menyiapkan diri dengan serius,” ucapnya.

Ia menambahkan, mereka tidak tahu, soal yang mana yang harus mereka jawab. “Dan metode ini akan dilakukan untuk beberapa segmen,” tambahnya.

Saling Ajukan Pertanyaan

Selanjutnya, dalam salah satu segmen KPU juga menerapkan metode pertanyaan tertutup, yakni antar pasangan calon bisa saling mengajukan pertanyaan. Tentu pertanyaan yang sifatnya rahasia.

Namun tidak boleh keluar dari tema utama hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. “Dan terakhir, timses kedua Paslon setuju dengan format seperti ini,” katanya. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here